nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Pemain Bintang yang Bangkit dari Kemiskinan, Nomor 1 hingga Dicemooh sang Guru

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 10:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 10 51 2002445 5-pemain-bintang-yang-bangkit-dari-kemiskinan-nomor-1-hingga-dicemooh-sang-guru-eLt80W3MyH.jpg Ronaldo mengalami kepahitan hidup sewaktu kecil. (Foto: REUTERS/Hannah McKay)

MENJADI pesepakbola merupakan salah satu profesi paling menjanjikan, terutama di kawasan Eropa. Untuk pemain berkategori bintang, mereka dapat meraup miliaran uang hanya dalam satu pekan.

Hal itu hanya dari gaji, belum lagi dari sektor endorsement, yang mana mereka sering berperan sebagai brand ambassador. Akan tetapi, butuh usaha keras bagi mereka untuk mencapai level saat ini.

Bahkan tak jarang, mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu. Banyak dari mereka sewaktu kecil, tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepatu karena kemiskinan yang mereka alami. Siapa saja?

Berikut 5 pemain bintang yang bangkit dari kemiskinan:

5. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez

Sanchez lahir dari keluarga yang tidak mampu. Ketika kecil, Sanchez sudah ditinggal sang ayah, sehingga sang ibu yang menghidupi kehidupan sehari-hari mereka. Saat itu, sang ibu bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat Sanchez bersekolah.

Tidak tega melihat ibunya bekerja, Sanchez kecil mulai bekerja sebagai pencuci mobil. Ia juga bekerja sebagai freestyler jalanan dan sering bertarung tinju demi mendapatkan pemasukan tambahan. Kerja keras yang tidak sia-sia, Sanchez kini telah tumbuh menjadi pesepakbola top yang memiliki gaji 390 ribu pounds atau setara Rp7,2 miliar per minggu.

4. Franck Ribery

Franck Ribery

Ribery remaja terkenal sebagai pria yang tangguh. Di sela-sela kesibukannya bermain sepakbola, Ribery tidak segan untuk membantu sang ayah bekerja sebagai pekerja bangunan.

Bahkan saat bekerja sebagai tukang bangunan, Ribery saat itu sudah terikat kontrak dengan klub asal Prancis, Brest. Baru ketika memutuskan bergabung dengan Metz pada musim panas 2004, perekonomian Ribery terdongkrak. Sejak saat itu, Ribery meminta sang ayah untuk berhenti bekerja karena pria pemeluk agama islam itu sudah mampu menghidupi keluarganya.

3. Angel Di Maria

Angel Di Maria

Di Maria kecil sudah membantu sang ibu bekerja di tambang batubara. Saat itu, Di Maria tidak sendirian, melainkan juga ditemani dua saudara perempuannya, Vanesa dan Evelyn. Di sela-sela membantu sang ibu, Di Maria sering memamerkan skill olah bolanya. Padahal, saat itu Di Maria baru berusia empat tahun.

Pernah suatu ketika, seorang pemandu bakat dari Rosario Central melihat Di Maria mendribel bola. Saat itu, Di Maria sedang membela klub lokal bernama Torito. Pemandu bakat itu tertarik memboyong Di Maria. Akhirnya, kesepakatan tercapai dengan Rosario Central memberikan sebanyak 35 bola kepada Torito, untuk menebus Di Maria yang baru berusia empat tahun.

2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic terkenal sebagai anak yang nakal. Ia gemar mencuri dan mabuk-mabukkan. Beruntung, skill bola mentereng yang dimiliki membuat Ibrahimovic sudah masuk tim senior Malmo ketika usianya baru 15 tahun.

Meski sudah mendapatkan pendapatan yang lumayan, Ibrahimovic berpikiran sepakbola bukanlah pilihan hidupnya. Alhasil, ia sempat bekerja di pelabuhan, sebelum akhirnya sang pelatih membujuknya untuk kembali menjadi pesepakbola. Keputusan yang terhitung tepat, Ibrahimovic tumbuh menjadi legenda Swedia dan sempat berstatus sebagai salah satu penyerang terbaik dunia.

1. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo

Ronaldo tinggal di Pulau Madeira, Portugal. Saat itu, keluarga Ronaldo jauh dari kata bahagia. Sebab, sang ayah gemar mabuk-mabukkan sehingga Ronaldo kecil pun menjadi korbannya.

Akan tetapi, Ronaldo memiliki tekad kuat untuk menjadi pesepakbola sukses. Di usia 12 tahun, Ronaldo meninggalkan Madeira untuk menimba ilmu di akademi Sporting Lisbon. Semuanya tidak berjalan lancar, mengingat Ronaldo sempat menjadi bahan cemoohan teman-temannya.

Bahkan, sang guru pun sempat mengejek Ronaldo. Pernah suatu ketika, saking kesalnya, Ronaldo hingga melempar kursi ke arah sang guru. Akan tetapi, kesabaran dan tekad besar yang dimiliki membuat Ronaldo tumbuh menjadi pesepakbola top dunia. Saat ini, ayah empat anak tersebut tercatat telah meraih lima trofi Ballon dOr.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini