“Para pemain merasa marah, sangat terkejut, dan semua menolaknya. Mereka sepakat, para pemain tak ingin bermain di luar negeri. Keputusan sepert ini seharusnya dibuat dengan lebih koheren dan akal sehat,” jelas Aganzo, seperti dikutip dari Marca, Kamis (23/8/2018).

“Keputusan dengan tingkat sebesar ini, yang memengaruhi pemain, wasit, dan para pendukung, diambil secara sepihak dan kurang rasa hormat. Saya memiliki informasi bahwa ada beberapa klub yang setuju (protes) dan beberapa lainnya yang menolak, tetapi saya mewakili pemain,” lanjutnya.
“Kami harus menyelesaikan masalah ini dengan persatuan (AFE), dan menjelaskan masalah kami kepada mereka (RFEF dan Relevent). Jika sejak saat itu dan beberapa hari berikutnya mereka tak memberikan jawaban, maka kami harus menyelesaikan situasi ini sendiri,” tuntas pria berusia 37 tahun itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)