nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kata Zaenal Arif soal Liga 1 2019 Berpotensi Tanpa Striker Asing

Oris Riswan, Jurnalis · Rabu 15 Agustus 2018 03:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 15 49 1936646 kata-zaenal-arif-soal-liga-1-2019-berpotensi-tanpa-striker-asing-FvBYphLKKm.jpg Zaenal Arif (Foto: Oris Riswan/Okezone)

BANDUNG - PT Liga Indonesia Baru berencana mengurangi jatah klub untuk pemain asing berposisi striker untuk kompetisi Liga 1 2019 mendatang. Tapi, itu masih berupa wacana dan PT LIB masih akan mendengar masukan dari klub peserta.

Hal itu digadang-gadang jadi solusi agar talenta striker lokal bisa muncul. Sebab, selama ini striker lokal tenggelam di bawah bayang-bayang striker asing.

Di Liga 1 2018 contohnya, daftar topskor masih didominasi para striker asing. Hanya sosok Samsul Arif (Barito Putera) yang masih mencolok di antara striker lokal, ditambah ada Stefano Lilipaly (Bali United). Tapi, Lilipaly merupakan pemain naturalisasi, bukan murni pemain lokal.

Mantan striker Persib Bandung dan Timnas Indonesia, Zaenal Arif, memberikan dukungan jika wacana itu benar-benar diwujudkan. Apalagi jika tujuan dari wacana itu untuk kebaikan masa depan sepakbola Indonesia.

"Kalau demi kebaikan sepakbola nasional yang sekarang digalakan, kalau untuk membangkitkan striker lokal yang selama ini tidak muncul, saya mendukung," kata Zaenal.

Baca juga Steven N'Zonzi Resmi Berseragam AS Roma

Bagi para striker, terutama pemain muda, hal itu menjadi angin segar tersendiri. Ia berharap kelak mereka dapat memanfaatkan kebijakan itu dengan baik jika benar-benar regulasi itu dijalankan.

"Mudah-mudahan dengan (wacana) regulasi itu betul-betul bisa membuat striker lokal yang selama ini belum dapat kesempatan, mereka bisa memberikan kemampuan terbaiknya," ungkapnya.

Zaenal pun mengamini jika keberadaan para pemain asing saat ini cukup membuat pemain lokal sulit memiliki kesempatan terbatas untuk bermain. Sebab, mayoritas klub memaksimalkan jatah pemain asing demi menuai hasil maksimal di kompetisi.

Persib Bandung

Salah satu lini yang paling sering ditempati pemain asing adalah di posisi striker. Hal itu berdampak pada minimnya striker lokal yang menjadi tumpuan utama di tim.

Kondisi itu berbeda dengan penjaga gawang, bek, dan gelandang yang masih didominasi pemain lokal. Sehingga, pemain-pemain lokal di sektor itu masih bermunculan, bahkan banyak bintang-bintang baru.

Ia pun berharap kuota pemain asing benar-benar dikurangi. Sehingga, pemain lokal bisa mendapat kesempatan bermain lebih terbuka.

"Kalau boleh saya sarankan, idealnya tiga kuota pemain asing. Jadi bisa terlihat sejauh mana pekembangan pemain lokal yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan," tuturnya.

Pria yang kini menjadi PNS di Pemkot Bandung itu mengatakan pemain asing masih diperlukan di sepakbola Indonesia. Sebab, mereka bisa jadi magnet bagi penonton untuk datang ke stadion.

Di saat yang sama, mereka juga bisa menjadi contoh bagi pemain lokal, baik dari segi skill di lapangan hingga sikap sebagai pesepakbola profesional. Syaratnya, pemain asing yang ada harus benar-benar berkualitas.

"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada pemain asing yang berkiprah di kita, pemain asing sewajarnya tiga, setiap lini satu. Tapi yang berkualitas agar pemain kita bisa mencontoh dia," papar Zaenal.

Ia pun mencontohkan saat dirinya masih aktif menjadi pesepakbola. Saat itu, para pemain asing sangat berkualitas. Misalnya saat di Persib, ia memiliki rekan pemain asing berkualitas seperti Christian Bekamenga.

"Dia acuan saya. Ketika saya main bareng dengan Bekamenga, saya sangat terpacu dengan adanya dia, bagaimana kekuatannya, dia bisa menularkan ilmu yang selama ini saya tidak miliki. Banyak sekali skill yang belum saya lakukan, dia bisa," tutup Zaenal.

(Bad)

Berita Terkait

Liga 1 2018

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini