nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minim Pelapis Berkualitas Hadang Tottenham Hotspur untuk Juarai Liga Inggris 2018-2019

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 11:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 09 45 1933964 minim-pelapis-berkualitas-hadang-tottenham-hotspur-untuk-juarai-liga-inggris-2018-2019-OdezxIRf3L.jpg Tottenham Hotspur siap tampil di musim 2018-2019. (Foto: Facebook Tottenham Hotspur)

SEBAGAI klub yang bercokol di Ibu Kota London, Inggris, Tottenham Hotspur tidak punya prestasi mentereng seperti halnya tetangga sekaligus rival berat mereka, Arsenal. Meski lebih dahulu berdiri, klub berlambang ayam jago ini hampir tidak bisa dibandingkan prestasinya dengan Si Gudang Peluru.

Sejauh ini Spurs hanya mampu merengkuh 2 gelar juara Liga Inggris kala masih bernama Divisi 1. Bandingkan saja dengan Arsenal yang membubukan rekor 13 kali juara Liga Inggris. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir, nama Si Lili Putih malah lebih mentereng dibandingkan rival sedaerahnya.

Prestasi Spurs mulai menanjak seiring kedatangan Mauricio Pochettino pada awal musim 2014-2015. Si orang Argentina itu perlahan membenahi berbagai sisi plus menanamkan filosofi sepakbola atraktif yang sebelumnya ditampilkan di Southampton.

 Maurio Pochettino

(Pochettino sukses bersama Tottenham Hotspur. Foto: AFP)

Sejak dibesut Poch, permainan Spurs justru lebih bertenaga. Apalagi, mantan pelatih Espanyol itu gemar mengorbitkan pemain-pemain muda. Tangan dinginnya setidaknya dapat terlihat pada diri Harry Kane yang kini menjadi penyerang kelas dunia.

Meski permainan kian atraktif, prestasi tak kunjung hadir. Akan tetapi, perlahan tapi pasti posisi akhir di klasemen Liga Inggris semakin meningkat. Musim pertama di bawah asuhan Poch, Spurs finis di posisi 5. Semusim kemudian mereka melesat ke posisi 3, lantas meningkat menjadi runner-up pada 2016-2017, dan kembali ke posisi tiga pada musim lalu.

Gol Semata Wayang Kane Jadi Penentu Kemenangan Tottenham atas Newcastle

Selama itu pula, Kane tampil sebagai top skor tim selama empat musim berturut-turut. Seiring matangnya striker berjuluk Hurrycane itu, harapan para penggemar kian tinggi untuk meraih gelar juara yang terakhir kali digenggam pada 1960-1961. Apalagi, Poch sudah menetapkan target untuk menjadi juara Liga Inggris 2018-2019.

Sosok Kunci di Musim 2018-2019

Hingga saat ini, Spurs menjadi satu-satunya tim yang tidak aktif di lantai bursa transfer musim panas 2018. Tidak ada pemain baru masuk, begitu juga dengan pemain keluar hingga Rabu 8 Agustus 2018 malam WIB. Pochettino akhirnya buka suara mengenai kebijakan klubnya itu.

“Saya berbicara dengan petinggi klub tentang lebih efektif, strategi, dan bagaimana bisa berkembang serta menjadi kompetitif. Saya lebih memilih memberi kesempatan bagi anak-anak muda dari akademi daripada membeli pemain. Meninggalkan pemain yang dibeli di bangku cadangan tentu tidak sama dengan menempatkan pemain akademi di kursi yang sama,” kata Pochettino, mengutip dari Football London.

Mari kita asumsikan tidak ada pemain baru yang datang ke New White Hart Lane, kandang Spurs yang baru selesai direnovasi. Dapat dipastikan mereka akan mengandalkan muka-muka lama seperti Harry Kane di depan, Christian Eriksen serta Dele Alli di tengah, Jan Vertonghen di belakang, dan Hugo Lloris di bawah mistar.

Tottenham Hotspur Kandaskan Chelsea 3-1, Dele Alli Cetak 2 Gol

Meski tidak membeli pemain di bursa transfer musim panas 2018, Spurs sebenarnya menggaet Lucas Moura dari Paris Saint Germain pada Januari lalu. Pria asal Brasil itu sangat berguna untuk bermain di kedua sayap serta gelandang serang untuk memberi opsi tambahan bagi Mauricio Pochettino.

Jangan heran apabila musim ini nama-nama seperti Eriksen, Kane, Alli, Son Heung-min, dan Lucas Moura akan sering menghiasi headline. Lima pemain tersebut bisa menjadi sosok kunci bagi Tottenham Hotspur selama menjalani musim 2018-2019.

Kualitas Timpang Pelapis di Belakang

Celah paling nyata yang terlihat dari Spurs sejak musim lalu adalah ketiadaan pelapis dengan kualitas setara dari pemain yang rutin menghuni sususan sebelas awal. Untuk lini depan, sepertinya tidak ada masalah berarti.

Harry Kane punya pelapis sekelas Fernando Llorente dan Vincent Janssen. Meski tidak rutin tampil, kualitas kedua penyerang itu cukup baik.

Bergeser ke tengah, kualitas pelapis dan inti juga tidak jauh berbeda. Ketiadaan Son Heung-min dalam beberapa pekan awal Liga Inggris karena harus membela Korea Selatan di Asian Games Jakarta – Palembang bisa dikompensasi dengan hadirnya Lucas Moura dan Erik Lamela atau pemain muda Josh Onomah.

Korea Selatan Singkirkan Jerman dari Piala Dunia 2018 lewat Skor 2-0

Masalah baru muncul di lini belakang. Padatnya jadwal tentu membuat Pochettino harus putar otak guna menjaga kebugaran bek tengah utama, Jan Vertonghen dan Toby Aldeweireld. Belum lagi apabila nama kedua benar-benar jadi pindah ke Manchester United, Poch bisa makin pusing.

Pelapis keduanya ada di diri pemain muda seperti Juan Foyth dan Davinson Sanchez. Nama yang disebut belakangan musim lalu tampil cukup apik meski inkonsisten. Akan tetapi, Spurs punya sosok Eric Dier yang bisa juga dimainkan sebagai bek mau pun gelandang bertahan.

Prakiraan Formasi Tottenham Hotspur di Musim 2018-2019:

Hugo Lloris (GK); Kieran Trippier (RB), Jan Vertonghen (CB), Davinson Sanchez (CB), Danny Rose (LB); Eric Dier (DMF), Christian Eriksen (CM), Dele Alli (CM); Son Heung-min (LWF), Harry Kane (ST), Lucas Moura (RWF).

Spurs kemungkinan besar akan bermain dengan formasi 4-3-3 musim depan. Absennya Son di beberapa laga awal bisa ditutup dengan Josh Onomah, Georges Kevin-Nkoudou, Erik Lamela, atau Moura yang digeser ke kiri.

Sejak ditangani Poch, Spurs dikenal dengan garis pertahanan yang tinggi. Semua pemain, termasuk gelandang dan striker wajib untuk menekan lawan sejak daerah pertahanan mereka. Son ditempatkan di kiri karena punya tembakan kaki kanan dan kiri yang sama baiknya. Ia bisa menusuk lalu melepas umpan, atau bahkan melakukan penetrasi ke dalam kotak, lalu menembak.

2 Gol Christian Eriksen Bawa Tottenham Bungkam Stoke City 2-1

Alli dan Eriksen akan menjadi otak di lini tengah Spurs. Eriksen punya peran sebagai pembagi bola sementara Alli bisa menjadi alternatif andai lawan memproteksi Kane dengan ketat dengan tusukan dari lini kedua. Hadirnya Trippier dan Rose yang rajin menyisir sayap hingga ke depan juga cukup memberi alternatif saat menyerang.

Pelatih: Mauricio Pochettino

Stadion: Tottenham Hotspurs Stadium/New White Hart Lane

Kapasitas: 62.062

Pertama Dibuka: 15 September 2018

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini