nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Kesamaan Antara Piala Dunia 2002 dan 2018, Nomor 2 Tentukan Tim Juara

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 17 51 1923487 5-kesamaan-antara-piala-dunia-2002-dan-2018-nomor-2-tentukan-tim-juara-JoxpVEq37v.jpg Timnas Prancis juara Piala Dunia 2018 (Foto: AFP)

PIALA dunia 2018 telah selesai digelar. Tim Nasional (Timnas) Prancis keluar sebagai juara usai mengalahkan Kroasia 4-2 di partai puncak. Setelah penantian selama 20 tahun lamanya, Didier Deschamps akhirnya berhasil kembali mempersembahkan tropi tertinggi kompetisi sepakbola antarnegara tersebut.

Prancis tampil sangat apik di partai final. Bintang mereka Kylian Mbappe, dinobatkan sebagai pemain muda terbaik di Piala Dunia 2018. Sementara itu, Kroasia juga tampil cukup luar biasa. Skuad besutan Zlatko Dalic itu tampil sangat baik dengan mampu mendominasi permainan. Kapten mereka, Luka Modric pun berhak atas gelar Pemain terbaik pada turnamen empat tahunan tersebut.

Perlu diketahui, ada beberapa kesamaan antara Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2018. Berikut kesamaan antara Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2018 dikutip dari Sportskeeda, Selasa (17/7/2018).

# 1 Juara Bertahan Tersingkir di Babak Grup

(Timnas Jerman tersingkir di fase grup Piala Dunia 2018. Foto: Reuters)

Pada gelaran Piala Dunia 2002 Prancis merupakan tim favorit. Hal itu dikarenakan Les Bleus –julukan Timnas Prancis – merupakan juara bertahan usai meraih kemenangan perdana Piala Dunia pada 1998. Bermain sebagai tuan rumah, Prancis menumbangkan Brasil dengan skor 3-0 di partai final.

Akan tetapi, di Piala Dunia 2002 secara mengejutkan Prancis justru tersingkit dari babak grup. Robert Pires dan kolega gagal melangkah ke fase gugur usai kehilangan pertandingan pembukaan mereka atas Senegal. Kemudian mereka hanya mampu bermain imbang melawan Uruguay dan mengakhiri penampilan mereka yang memalukan dengan kekalahan 0-2 dari Denmark.

Pada Piala Dunia 2018, dengan cara yang sama, Jerman datang ke Piala Dunia 2018 sebagai juara bertahan. Mereka kalah 0-1 pembukaan pertandingan mereka kontra Meksiko dan harus tersingkir dari turnamen setelah kekalahan 0-2 dari Korea Selatan.

# 2 Blunder Kiper di Partai Final

(Hugo Lloris lakukan blunder di Partai Final 2018. Foto: Reuters)

Pada tahun 2002, final Piala Dunia diperebutkan antara Brasil dan Jerman di Stadion Internasional di Yokohama Tokyo dengan Brasil menang 2-0 berkat dua gol dari Ronaldo. Pertandingan itu juga disorot oleh kesalahan Oliver Kahn yang tidak biasa. Pada menit ke-67, Rivaldo menembak bola lurus ke arah Oliver Kahn yang seharusnya mampu diselamatkan kiper berpengalaman tersebut.

Namun, Kahn gagal sehingga membuat bola bergerak ke arah kiri gawang. Berada di posisi yang tepat, Ronaldo langsung melapaskan tembakan untuk menggenapkan keunggulan Brasil.

Pada final 2018 di Moskow, Kiper timnas Prancis, Hugo Lloris melakukan hal serupa ketika menerima back pass ke arahnya. Penjaga Tottenham berusaha untuk menggiring bola melewati Mario Mandzukic. Akan tetapi gagal, dan striker Juventus itu langsung melesakkan bola ke gawang yang kosong.

# 3 Tim Favorit Tumbang di Awal Kompetisi

(Timnas Argentina tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Foto: Reuters)

Pada Piala Dunia 2018, Jerman mengalami kegagalan di babak penyisihan grup. Sementara Spanyol dan Argentina yang merupakan tim favorit tersingkir di babak 16 besar oleh Rusia dan Prancis. Sedangkan Brasil yang diprediksi mampu tampil luar biasa berasama skuad mudanya justru kalah dari Belgia di babak perempatfinal.

Hal serupa terjadi di Piala Dunia 2002. Seperti yang disinggung sebelumnya, Prancis adalah favorit bersama Piala Dunia 2002 bersama dengan tim Argentina yang memiliki pemain kelas dunia, termasuk Gabriel Batistuta, Hernan Crespo, Ariel Ortega, dan Diego Simeone. Namun, seperti Prancis, La Albiceleste –julukan Argentina– gagal lolos dari fase grup. Mereka tidak sendirian karena Portugal juga gagal untuk keluar dari grup D sedangkan Italia kalah di babak 16 besar oleh tim tuan rumah, Korea Selatan.

# 4 Tuan Rumah Mengalahkan Spanyol Lewat Laga Adu Penalti

(Timnas Russia ke perempatfinal usai tumbangkan Spanyol. Foto: Reuters)

Pada Piala Dunia 2002, Korea yang menjadi tuan rumah bersama secara mengejutkan mampu mengandaskan langkah Spanyol. Bertemu di babak perempat final, Spanyol jelas lebih diunggulkan ketimbang Korsel. Akan tetapi absennya striker andalan mereka, Raul Gonzales akibat cidera ternyata memaksa Spanyol melanjutkan pertandingan hingga babak adu penalti. Spanyol takluk usai Joaquin Sanchez gagal dalam melakukan eksekusi penalti.

La Furia Roja –julukan Timnas Spanyol– mengalamai hal yang sama kala mereka tampil di Piala Dunia 2018. Andres Iniesta dan rekan-rekan tumbang ditangan tim tuan rumah, Russia juga lewat laga adu penalti. Gagalnya Koke dan Iago Aspas dalam mengeksekusi penalti membuat langkah skuad besutan Fernando Hierro terhenti di babak 16 besar

# 5 Golden Ball Dimenangkan oleh Kapten Finalis yang Kalah


Kroasia gagal meraih kemenangan di partai puncak Piala Dunia 2018. Akan tetapi mereka bisa sedikit berbangga karena kapten mereka, Luka Modric, terpilih sebagai pemenang Golden Ball (diberikan kepada pemain terbaik turnamen). Modric dinilai menjadi kekuatan kreatif di balik langkah mengejutkan Vatreni –julukan Timnas Korasia–ke babak final.

Hal serupa terjadi di Piala Dunia 2002, dimana penghargaan Golden Ball diraih oleh kapten tim finalis yang kalah di partai final. Kala itu penjaga gawang sekaligus kapten Timnas Jerman, Oliver Kahn dinobatkan sebagai peraih Golden Ball karena dinilai menciptakan serangkaian penyelamatan yang mengesankan, terutama dalam kemenangan Jerman di fase gugur.

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini