Apalagi, Liverpool saat ini membutuhkan kiper berkualitas tinggi layaknya Buffon. Dua kiper The Reds –julukan Liverpool– saat ini, Loris Karius dan Simon Mignolet jelas tidak memiliki atribut setinggi Buffon.

Terlepas dari keputusan apa yang dibuat Buffon, jelas hal itu harus dihormati. Sebab sepanjang karier sepakbolanya, Buffon sudah menunjukkan sesuatu yang tak dimiliki semua pesepakbola lain: integritas dan kesetiaan.
BACA JUGA: Buffon Umumkan Masa Depannya pada Kamis
Terkait kesetiaan, Buffon menunjukkan kecintaannya terhadap Juventus. Pada akhir musim Liga Italia 2005-2006, Juventus dipastikan terdegradasi ke Serie B 2006-2007 karena terkena kasus calciopoli.
Alih-alih hengkang ke klub lain seperti pemain Juventus lainnya macam Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Lilian Thuram, Emerson, Patrick Viera dan Zlatan Ibrahimovic, Buffon memilih bertahan dan bersedia mentas di Serie B. Keputusan yang bisa dibilang tepat.
Meski sempat mengalami masa-masa kelam bersama Juventus di periode 2006-2011, Juventus bangkit dalam tujuh musim terakhir dengan memenangi trofi Liga Italia. Total selama membela Juventus, Buffon memberikan 19 trofi dan sembilan di antaranya merupakan gelar Liga Italia.
(Ramdani Bur)