Ia mengaku sangat prihatin atas insiden yang menewaskan satu pendukung Arema tersebut. Padahal sebagaimana SOP yang ada steward telah dibekali pengetahuan terkait penanganan kerusuhan suporter dalam stadion.

"Seharusnya bila ada oknum suporter yang masuk lapangan tak diberikan pukulan," lanjut Iwan saat konferensi pers bersama manajemen Arema FC, Kamis (19/4/2018).
Pihaknya mengaku akan memberikan sanksi kepada steward yang melakukan tindakan melebihi batasan sesuai SOP yang ada.
Namun ia bersama manajemen Singo Edan - julukan Arema FC mendapat pelajaran berharga dari kerusuhan yang mengakibatkan 220 orang luka tersebut.