REAL Madrid merupakan klub tersukses di Eropa. Los Blancos –julukan Madrid– tercatat sebagai klub tersukses di Liga Spanyol dengan koleksi 33 trofi. Begitu juga di Liga Champions, yang mana Madrid tercatat sebagai klub paling sukes dengan raihan 12 gelar.
Sejarah besar itu membuat banyak pemain top Eropa tertarik melanjutkan karier bersama Madrid. Namun, tak semua pemain top dapat bersinar bareng Madrid. Banyak pesepakbola yang justru terpuruk bareng Madrid, meski memiliki catatan gemilang bersama klub terdahulu. Siapa saja?
BACA JUGA: Drinkwater Yakin Chelsea Masih Bisa Bikin Fans-nya Bahagia di Musim 2017-2018
Berikut 5 pemain yang kariernya dihancurkan Madrid, mengutip dari Sportskeeda:
5. Nuri Sahin
Sahin menjalani musim gemilang di periode pertama membela Borussia Dortmund (2008-2011). Pesepakbola berpaspor Turki itu tampil brilian dengan menjadi motor permainan Die Borussen –julukan Dortmund. Alhasil pada bursa transfer musim panas 2011, Sahin diboyong Madrid dengan biaya 9 juta euro atau sekira Rp146 miliar.
Nuri Sahin. (Foto: Sportskeeda)
Awalnya, Sahin diharapkan dapat menghadirkan keseimbangan di lini tengah Madrid. Namun, gelandang yang kini berusia 29 tahun itu hanya mengemas satu gol dan satu assist dari 10 penampilan di musim 2011-2012. Pada musim panas 2012, Sahin dipinjamkan ke Liverpool, hingga akhirnya dijual permanen ke Dortmund pada 2014.
4. Nicolas Anelka
Anelka dua setengah musim (1997-1999) membela Arsenal. Dalam periode itu, Anelka mengemas 26 gol dari 76 penampilan. Pencapaian itu terhitung bagus, mengingat usia Anelka saat itu belum genap 20 tahun. Pada bursa transfer musim panas 1999, Anelka pun diboyong Real Madrid dengan biaya 35 juta euro atau sekira Rp571 miliar.
Nicolas Anelka. (Foto: Sportskeeda)
Akan tetapi, Anelka hanya mengemas tujuh gol dari 32 penampilan bersama Madrid di musim 1999-2000. Alhasil di bursa transfer musim panas 2000, penyerang berkepala plontos itu dilego ke Paris Sant-Germain.
3. Klaas Jan Huntelaar
Nama Huntelaar mencuat ketika membela Ajax Amsterdam pada 2005-2009. Dari 92 penampilan, Huntelaar mengemas 76 gol. Catatan impresif itu membuat Madrid tertarik mendatangkan Huntelaar pada bursa transfer Januari 2009.
Klaas Jan Huntelaar. (Foto: Sportskeeda)
Bersama Madrid, penyerang berpaspor Belanda itu ggal mengemulasi performanya bersama Madrid. Dari 20 penampilan, The Hunter –julukan Huntelaar– hanya mengemas delapan gol. Alhasil pada bursa transfer musim panas 2009, Huntelaar dijual ke AC Milan dan sejak itu, ia tak kunjung menemukan performa terbaiknya.
3. Klaas Jan Huntelaar
Nama Huntelaar mencuat ketika membela Ajax Amsterdam pada 2005-2009. Dari 92 penampilan, Huntelaar mengemas 76 gol. Catatan impresif itu membuat Madrid tertarik mendatangkan Huntelaar pada bursa transfer Januari 2009.
Klaas Jan Huntelaar. (Foto: Sportskeeda)
Bersama Madrid, penyerang berpaspor Belanda itu ggal mengemulasi performanya bersama Madrid. Dari 20 penampilan, The Hunter –julukan Huntelaar– hanya mengemas delapan gol. Alhasil pada bursa transfer musim panas 2009, Huntelaar dijual ke AC Milan dan sejak itu, ia tak kunjung menemukan performa terbaiknya.
2. Michael Owen
Owen merupakan penyerang andalan Liverpool dalam kurun 1997-2004. Dari 284 penampilan, Owen mengemas 150 gol. Singkat kata, setelah melihat tak kunjung meraih trofi prestisius bersama Liverpool, Owen memutuskan hengkang ke Madrid pada bursa transfer musim panas 2004.
Michael Owen. (Foto: Sportskeeda)
Namun, Owen melempem bersama Madrid. Dari 45 penampilan di semua ajang, Owen hanya mencetak 17 gol. Menjadi ironis di musim tersebut karena Liverpool selaku eks klub Owen menjuarai Liga Champions. Sementara Madrid mentok di 16 besar. Pada akhirnya di bursa transfer musim panas 2005, Owen dilepas Madrid ke Newcastle United dan gagal menemukan performa terbaiknya hingga memutuskan pensiun pada 2013.
1. Ricardo Kaka
Kaka sempat memecahkan rekor transfer dunia saat didatangkan Madrid dari AC Milan pada bursa transfer musim panas 2009, yakni 58,5 juta pounds atau setara Rp1,07 triliun. Tidak heran Kaka ditebus mahal. Sewaktu membela Milan dalam kurun 2003-2009, Kaka tampil di 307 penampilan dengan koleksi 104 gol dan 66 assist.
Ricardo Kaka. (Foto: Sportskeeda)
Namun, karier Kaka hancur bersama Madrid. Gelandang yang masuk skuad Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002 itu sering dilanda cedera. Selama membela Madrid dalam kurun 2009-2013, Kaka hanya mentas di 120 laga dengan raihan 29 gol dan 39 assist. Setelah itu pada 2013, Kaka kembali membela Milan dan gagal menemukan performa terbaik layaknya di periode pertama. Di pengujung 2017, Kaka memutuskan pensiun dan Orlando City jadi klub terakhir yang dibelanya.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.