Semula Sukawijaya berkeyakinan PSS Sleman tidak akan membuat gol bunuh diri. Alasannya, pertandingan melawan PSIS digelar di Yogyakarta dengan PSS Sleman bertindak sebagai tuan rumah.
"Sehari sebelum pertandingan, saya bilang udah tetap main, saya yakin Sleman tidak akan berani bunuh diri. Wong dia main kandang," terang Sukawijaya.
Namun, menjelang pertandingan, kata Sukawijaya, iklim PSS Sleman bakal mengalah begitu terasa. Suporter PSIS yang berangkat ke Yogjakarta membaca berita di sebuah koran yang menyatakan bahwa PSS Sleman bakal mengalah melawan PSIS. "Alasannya, karena tidak mau ketemu Borneo. Itu korannya ada," ungkap Sukawijaya.
Keanehan juga terjadi karena pertandingan yang semula akan digelar di Stadion Utama Maguwoharjo, tiba-tiba dipindahkan ke AAU. Padahal, kata Sukawijaya, di Maguwoharjo suporter Sleman sudah memenuhi stadion. "Setelah technical meeting, pertandingan dipindah mestinya di Maguwoharjo stadion utama yang penuh penonton dipindah ke AAU," terang Sukawijaya keheranan.
Sukawijaya menegaskan tidak ada konspirasi antara PSIS dengan PSS Sleman saat terjadi insiden Sepakbola Gajah. "Saya pastikan bukan konspirasi. Karena untuk terjadi konspirasi harus dua belah pihak itu mengatur kita mau apa. Saya atau manajer PSIS dengan PSS Sleman ketemu, ayo kita bikin itu namanya konspirasi," terang Sukawijaya lagi.
(A. Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.