Share

Dua Menit Krusial di Balik Sepakbola Gajah

Mustholih, Jurnalis · Kamis 11 Desember 2014 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 11 49 1077871 dua-menit-krusial-di-balik-sepakbola-gajah-7WYuwP0nwH.jpg Dua Menit Krusial di Balik Sepakbola Gajah (foto: Liga Indonesia)

SEMARANG – PSIS Semarang mengungkit cerita dua menit krusial di balik insiden Sepakbola Gajah saat melawan PSS Sleman di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara pada 26 Oktober 2014. CEO PSIS Semarang, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya, membeberkan dua menit krusial itu terjadi di menit-menit akhir pertandingan 'Sepakbola Gajah' di mana PSS Sleman dengan sengaja membuat dua gol bunuh diri.

"Menit-menit akhir pelatih (PSIS) bilang, itu Sleman mau bunuh diri, Sleman mau bunuh diri. Menit-menit akhir dalam waktu dua menit itu kacau," kata Sukawijaya kepada Okezone, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (11/12/2014).

Setelah mencetak dua gol bunuh diri, kata Sukawijaya, suporter PSS Sleman justru kegirangan. Peristiwa ini kemudian memancing kemarahan pemain PSIS untuk berbuat hal serupa.

"Suporter PSS Sleman nyanyi syukurin PSIS ketemu Borneo. Pemain kita sakit hati, emang kita tidak bisa? Kita bunuh diri juga. Akhirnya kita kalah 3-2. Itu yang terjadi di lapangan," ungkap Sukawijaya.

Semula Sukawijaya berkeyakinan PSS Sleman tidak akan membuat gol bunuh diri. Alasannya, pertandingan melawan PSIS digelar di Yogyakarta dengan PSS Sleman bertindak sebagai tuan rumah.

"Sehari sebelum pertandingan, saya bilang udah tetap main, saya yakin Sleman tidak akan berani bunuh diri. Wong dia main kandang," terang Sukawijaya.

Namun, menjelang pertandingan, kata Sukawijaya, iklim PSS Sleman bakal mengalah begitu terasa. Suporter PSIS yang berangkat ke Yogjakarta membaca berita di sebuah koran yang menyatakan bahwa PSS Sleman bakal mengalah melawan PSIS. "Alasannya, karena tidak mau ketemu Borneo. Itu korannya ada," ungkap Sukawijaya.

Keanehan juga terjadi karena pertandingan yang semula akan digelar di Stadion Utama Maguwoharjo, tiba-tiba dipindahkan ke AAU. Padahal, kata Sukawijaya, di Maguwoharjo suporter Sleman sudah memenuhi stadion. "Setelah technical meeting, pertandingan dipindah mestinya di Maguwoharjo stadion utama yang penuh penonton dipindah ke AAU," terang Sukawijaya keheranan.

Sukawijaya menegaskan tidak ada konspirasi antara PSIS dengan PSS Sleman saat terjadi insiden Sepakbola Gajah. "Saya pastikan bukan konspirasi. Karena untuk terjadi konspirasi harus dua belah pihak itu mengatur kita mau apa. Saya atau manajer PSIS dengan PSS Sleman ketemu, ayo kita bikin itu namanya konspirasi," terang Sukawijaya lagi.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini