Disebut Bertangan Besi, Magath: Silakan Tanya Raul!

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2014 08:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 21 45 944246 BugoLgwiXi.jpg Wolfgang-Felix Magath (Foto: Reuters)

LONDON – Belum satu laga dimainkan Felix Magath menukangi Fulham, tapi sejumlah nada miring terkait dirinya sudah mulai membanjir, terutama yang menyebut soal metode latihannya di sejumlah klub-klub sebelumnya.

 

Magath yang pekan lalu didapuk jadi gaffer anyar The Cottagers menggantikan René Meulensteen, mulai diragukan bisa membawa sukses dan malah, dikatakan malah akan menghancurkan Fulham dengan metode latihannya yang acap disebut brutal.

 

Sejumlah mantan pemain yang dibesutnya bahkan tak segan menyebutnya sebagai pelatih bertangan besi, seorang diktator. Namun Magath membantah. Justru pria Jerman berdarah Puerto Rico ini mengaku bahwa dirinya sosok yang baik, sosok yang ramah.

 

“Tanya saja Raúl (González – mantan anak asuhnya di Schalke 04) tentang pekerjaan saya, jangan tanya pada pemain yang biasa jadi cadangan. Tanyakan pada para pemain yang baik dan Anda akan mendapatkan jawaban yang benar. Saya ini pria yang baik, bukan pria yang keras,” ujar Magath kepada DailyMail, Jumat (21/2/2014).

 

Kedatangan Magath, jelas memaksa Meulensteen angkat kaki dari Craven Cottage. Tapi dampaknya tak hanya sampai di situ. Direktur teknik Alan Curbishley dan pelatih tim utama Ray Wilkins juga terkena tumbal perubahan yang ingin ditanamkan Magath.

 

“Saya sendiri sering dipecat dan saya menyesalkan kepergian mereka. Tapi kami harus mengubah atmosfer klub sesegera mungkin. Saya tak peduli tentang apa yang terjadi sebelumnya. Sekarang kami berada di situasi serius dan dalam beberapa bulan, kami punya banyak pekerjaan untuk menghindari degradasi,” sambungnya.

 

“Hari-hari pertama di sini sangat positif dan saya yakin kami terhindar dari degradasi. Sekarang kami harus konsentrasi pada laga Sabtu nanti melawan West Brom. Saya tak peduli dengan masa lalu dan tak punya pengaruh pula. Saya di sini sejak Jumat dan saya sudah melihat klasemen. Sementara itu saya tak ingin peduli pada pelatih lain,” lanjut Magath.

 

Ya, tugas utama Magath memang menghindarkan Fulham dari zona merah di akhir musim, dengan 12 laga tersisa. Magath percaya diri bisa menyelamatkan tim barunya ini, sebagaimana yang pernah dilakukannya bersama VfL Wolfsburg 2007 silam.

 

“Jika Anda melihat bagaimana cara Wolfsburg bermain, seperti itulah saya ingin melihat tim sata bermain. Saya tak pernah gagal menyelamatkan tim dari degradasi dan saya selalu sukses. Situasinya genting, bukan waktunya untuk bermimpi,” tutupnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini