Janji Manis Sang Messiah Fulham

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 17 Februari 2014 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 17 45 941939 v29r9RBuzU.jpg Wolfgang-Felix Magath (Foto: Wolfgang Rattay/REUTERS)

LONDON – Menebar janji tak pernah sulit keluar dari lidah sendiri. Melayangkan harapan pun seolah semudah membalikkan telapak tangan. Tapi sayangnya tak semua bisa jadi kenyataan. Meski begitu, tak jemu-jemu beberapa orang tetap mengucap janji manis – Felix Magath contohnya.

 

Datang ke Craven Cottage – markas Fulham sebagai Messiah alias juru selamat, Magath menebar janji menyelamatkan Fulham dari bibir jurang degradasi Premier League. Magath juga ingin membuktikan bahwa sebutan Messiah tak hanya layak disandang Lionel Messi atau bahkan Yesus Kristus.

 

Mengaku sering menyelamatkan tim-tim Bundesliga dari zona merah, Magath berkehendak melakoni hal serupa bersama The Cottagers yang saat ini terperosok ke urutan buncit Liga Inggris, menggantikan pelatih sebelumnya, René Meulensteen mulai Jumat lalu waktu setempat (Sabtu – WIB).

 

Rapor merah Fulham belakangan ini begitu mengkhawatirkan. Baginya tak sepatutnya tim yang terisi skuad berkualitas macam Fulham bisa terjerembab ke area gurem. Janji Magath, 12 laga tersisa dirasanya lebih dari cukup menyelamatkan Fulham guna tetap mentas di Premier League musim depan.

 

“Saya yakin bahwa saya mampu membuat Fulham bertahan, karena saya pernah melakukan hal ini sebelumnya di Jerman. Saya pernah mengambil alih klub-klub dengan situasi yang sama dan saya percaya diri bahwa saya bisa melakukannya lagi,” paparnya pede.

 

Qüalix - salah satu sebutan Magath, juga punya faktor lain bisa sukses menuntaskan janji-janjinya itu lantaran mengenal sejumlah personel skuad, terutama yang memang pernah meniti karier di Bundesliga sebelum ke Inggris, macam Lewis Holtby, Sascha Riether dan Ashkan Dejagah.

 

“Sebenarnya saya tak hanya mengenal pemain-pemain Jerman, tapi juga pemain-pemain internasional lainnya. Saya merasa kami punya tim yang bisa menunjukkan potensi lebih dari apa yang sudah diperlihatkan selama ini,” tambahnya, seperti dikutip Express.co.uk, Senin (17/2/2014).

 

“Dua belas laga (tersisa) cukup untuk membuat mereka bertahan di Premier League dan kami butuh kepercayaan saat ini. Kami butuh semangat dan kami akan memulainya Sabtu depan di West Bromwich (Albion). Jika para pemain, staf dan fans mendukung 100 persen dan pemain memberi 100 persen di lapangan, saya yakin kami punya potensi menghindari degradasi,” tutup pelatih yang juga pernah disebut sebagai “Diktator Terakhir Eropa” tersebut.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini