Mantan Persib Dukung PI 2011 Usai Ramadan

Huyogo Simbolon, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2011 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 29 49 474036 rVzqNBWhCT.jpg Persib saat menghadapi Persija.(foto:Dok SINDO)

BANDUNG – Meski penyelenggaraan Piala Indonesia (PI) 2011 masih samar, pemerhati sepakbola di Bandung justru masih terus memberikan dukungan. Ajang tersebut, akan memberikan peluang bagi Persib Bandung untuk mengasah talenta muda selain karena posisinya kurang baik di ajang Indonesia Super League (ISL) 2010/2011.

 

Hal itu diungkapkan Risnandar Soendoro. Mantan pemain sekaligus pelatih Maung Bandung – julukan Persib – itu menyayangkan adanya hambatan penyelenggaraan PI tahun ini. Ajang tersebut, menurut Risnandar, sejatinya jadi ajang yang perlu untuk memberikan kesempatan pemain muda Persib.

 

“Setuju jika Piala Indonesia kembali digelar. Gelaran tersebut akan membantu para pemain muda kita (Persib, red) yang kekurangan jam terbang sekaligus sebagai sarana mengasah kemampuan pemain,” ungkap Risnandar ditemui wartawan di Sekretariat Persib Bandung.

 

Pemain Persib di era 70-an mengaku, musim ini Persib tidak banyak bicara di ISLkarena banyak perbedaan sudut pandang di dalam manajemen. Sehingga, kata Risnandar, tim menjadi terpengaruh. Adapun pengaruh tersebut sangat terlihat saat pemain yang sekalipun dihuni pemain bintang kurang kompak di lapangan.

 

Pria yang saat ini menjadi pengurus Sekolah Sepak Bola (SSB) UNI itu melihat, dalam beberapa tahun ini Persib sudah dihuni pemain bintang. “Tapi musim ini yang terburuk prestasinya. Harus ada tanda tanya dong? Padahal di sini ada 6 hingga 7 pemain nasional,” tuturnya.

 

Di Liga, Persib memang terlempar dari “lima besar”. Dalam kurun tiga musim terakhir, Pangeran Biru sempat menjadi penghuni papan atas dengan kesolidan bermain di lapangan. Musim 2009/2010 saat masih ditangani Jaya Hartono bertengger di urutan ke-4. Musim sebelumnya – juga masih ditangani Jaya – sanggup finis di posisi ke-3.

 

Lebih lanjut Risnandar menilai, perebutan di antara manajemen tidak dapat dipungkiri sebagai faktor melempemnya tim yang karut marut di lapang hijau. “Ada ego masing-masing dari pengurus, sehingga menimbulkan gesekan pada saat itu. Contohnya, Ada yang tidak dilibatkan dalam mendatangkan pelatih. Saya pikir itu tidak harus terjadi. Akibatnya, timbul yang namanya disharmonisasi,” jelasnya.

 

Oleh sebab itu, pria yang sukses meloloskan Persib ke babak "12 Besar" Liga Indonesia (1995-1996) menyayangkan pembinaan pemain muda jadi cukup terlantar. Padahal, Risnandar menyarankan, pada saat musim ini pemain muda juga bisa menonjol di antara sederet pemain bintang berkelas.

 

Walapun PI gengsinya belum setingkat ISL, Risnandar mengharapkan penyelenggaraan ajang tahunan tersebut bisa menjadi penebus bagi Persib untuk menampilkan skuad muda. “PI juga ajang yang bergengsi, tidak kalah dengan Liga Indonesia. Seharusnya bisa diadakan tahun ini,” pungkas lelaki yang kembali jadi pelatih pada musim 2006 ini.

 

Kelangsungan Piala Indonesia tahun ini memang masih menunggu penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Menurut CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono, PI rencananya akan digelar seusai kongres di Solo, atau lebih tepatnya seusai bulan Ramadan. Namun, kapan waktu selesai perhelatan PI tersebut masih belum jelas.

 

“Kapan selesainya ini dikaitkan dengan orientasi Piala Indonesia itu untuk apa, kalau kita ingin Piala Indonesia ini tuntas sebelum pendaftaran juara Piala Indonesia ke AFC Cup maka harus selesai di bulan Desember, karena AFC akan memutuskan status negara-negara di Asia, slot-slotnya di Asian Champions League, di play off AFC Cup itu di bulan November,” ujar Djoko di Jakarta beberapa hari lalu.

 

Menurutnya, ada dua konsep pelaksanaan Piala Indonesia. Pertama, mengikuti Piala Dunia dengan 32 peserta yang bakal memakan waktu satu bulan bila tidak ada event lain dalam waktu bersamaan. Sedangkan konsep kedua mengikuti piala FA diikuti klub dari seluruh liga yang berada dalam kepengurusan PSSI yang diperkiarakan dapat terselenggara hingga bulan Mei atau Oktober tahun depan (2012).

 

“Saya tidak bisa memastikan tentang dua pilihan yang tadi saya sebutkan karena setelah kongres nanti, Piala Indonesia harus dikomunikasikan formatnya dengan pengurus baru,” jelasnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini