Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bontang FC Degradasi

Kukuh Setiawan (Koran Sindo) , Jurnalis-Kamis, 23 Juni 2011 |20:05 WIB
Bontang FC Degradasi
A
A
A

MALANG - Bontang FC akhirnya harus meninggalkan Indonesia Super League (ISL) musim depan. Itu setelah anak asuh Fachry Husaini takluk di tangan Persidafon Dafonsoro 3-2 dalam pertandingan play off di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis sore tadi.
Sekaligus, Persidafon berhak tampil di ISL musim depan. Ini merupakan kiprah pertama tim asuhan Agus Yuwono tersebut di pentas tertinggi sepakbola nasional. Sekaligus menambah kontestan ISL dari wilayah Indonesia timur setelah selama ini didominasi Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena.
 
Persidafon yang mendominasi jalannya pertandingan, menggoyang jala Bontang FC melalui Lucas Rukabu menit 48, Marcello Cirelli (56), serta sepakan dua belas pas Patrick Wanggai menit 66. Sedangkan Bontang melesakkan bola lewat aksi Kenji Adachihara (12) dan M Istighfar (65).
 
Pertandingan sempat diwarnai kekecewaan atas kepemimpinan wasit Iis Isya Permana karena tak memberikan hadiah pinalti kepada Bontang FC di masa injury time. Pemain Bontang menilai salah satu pemain Persidafon melakukan handsball di area terlarang.
 
“Pertandingan yang sangat sulit karena kekuatan tim seimbang. Tapi kami beruntung karena pemain bisa mengatasi tekanan dan fokus ke pertandingan. Kini tugas kita lebih berat karena harus mempersiapkan tim menuju ISL,” kata Agus Yuwono, Pelatih Persidafon.
 
Mantan pelatih Persik Kediri ini berupaya agar Persidafon tidak hanya numpang lewat di ISL nanti. Ia juga bakal melakukan penambahan kekuatan untuk melengkapi tim yang ada sekarang. “ Penambahan kekuatan tetap harus dilakukan. Tantangan lebih berat,” katanya.
 
Sedangkan pelatih Bontang FC Fachry Husaini mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Iis Isya Permana. Seandainya wasit jeli melihat handball pemain Persidafon, menurutnya pertandingan bisa menyuguhkan fakta berbeda. “Saya kecewa sekali,” ujarnya singkat.
 
Pertandingan sendiri berlangsung sangat keras hingga wasit mengacungkan sembilan kartu kuning, lima di antaranya untuk pemain Bontang FC. Bontang FC sendiri harus masuk play off karena berada di dasar klasemen ISL,sedangkan Persidafon gagal meraih meraih tempat ketiga Divisi Utama.

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement