Niat sebenarnya dari gelombang ejekan tersebut murni berasal dari para pendukung Leipzig. Mereka rupanya masih menyimpan kekecewaan mendalam atas insiden pahit di perempatfinal Piala Eropa 2024.
Kala itu, tembakan Jamal Musiala mengenai tangan Cucurella di kotak penalti saat babak perpanjangan waktu, tetapi wasit dan VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Lebih menyakitkan lagi, UEFA beberapa bulan kemudian secara resmi mengakui, "Situasi handball tersebut seharusnya berbuah hukuman penalti bagi Jerman."
Meski sempat memicu suasana tegang, reaksi pendukung Real Madrid akhirnya melunak setelah memahami situasi ganjil yang menimpa Cucurella.
Sebagai bentuk dukungan moral, mayoritas publik Bernabeu memberikan tepuk tangan riuh setiap kali sang bek menyentuh bola untuk meredam siulan suporter lawan.
(Rivan Nasri Rachman)