MASA kepemimpinan Erik ten Hag di Manchester United diwarnai belanja pemain bernilai fantastis. Berdasarkan data Transfermarkt, selama menangani The Red Devils –julukan Man United– pada rentang Juli 2022 hingga Oktober 2024, pelatih asal Belanda tersebut telah menggelontorkan dana sebesar 563,4 juta pounds atau sekira Rp13,5 triliun.
Nama-nama mahal seperti Antony, Rasmus Hojlund, Casemiro, Mason Mount, Leny Yoro, Lisandro Martinez, hingga Andre Onana berhasil mendarat di Old Trafford. Kendati demikian, Ten Hag mengaku tidak semua pemain idamannya berhasil didapatkan oleh manajemen tim.
Dalam wawancaranya bersama The Athletic, Ten Hag mengungkapkan keinginannya mendatangkan deretan pemain berpengalaman untuk memimpin skuad muda Man United saat itu. Lantas siapa saja mereka?
Bukan rahasia lagi jika Ten Hag sangat mendambakan mantan anak asuhnya di Ajax Amsterdam ini. Kendati Ten Hag telah berusaha keras, kepindahan gelandang Barcelona tersebut tak pernah terealisasi.
"Semua orang berpikir manajer yang melakukan negosiasi dan terlibat dalam urusan finansial, padahal saya tidak pernah terlibat. Tentu saja saya telah melakukan yang terbaik; saya mengatur pertemuan dengannya, yang juga melibatkan Richard dan John, untuk membujuknya bergabung. Dia bisa menjadi sosok yang sangat penting dalam membangun tim, bukan hanya untuk tahun itu tetapi juga masa depan. Namun, kami gagal mewujudkannya," kenang Ten Hag.
Setelah gagal mendaratkan De Jong, bidikan Ten Hag beralih ke kapten West Ham United, Declan Rice. Namun, klub asal London Timur tersebut enggan melepas sang pemain dengan mudah.
"Masalahnya adalah West Ham tidak ingin melepasnya. Menurut saya kami bisa berbuat lebih banyak untuk mengujinya. Kami berada di pandangan yang sama, mereka mencoba, tetapi saya tidak tahu bagaimana prosesnya berjalan. Poin utamanya adalah, di United Anda membutuhkan pemain-pemain luar biasa," kata Ten Hag.
Rice akhirnya berlabuh ke Arsenal pada 2023 dengan rekor transfer klub, di mana ia sukses membantu The Gunners meraih gelar juara Liga Inggris 2025-2026.
Pada bursa transfer musim panas 2023, Ten Hag mendorong manajemen untuk mendatangkan Harry Kane. Meskipun sang pemain dilaporkan menyambut positif potensi kepindahan tersebut, manajemen Man United menilai nilai transfer Kane terlalu mahal.
"Saya katakan kepada mereka, 'Saya hanya menginginkan satu pemain, dan Anda tahu siapa orangnya'. Saya memperjuangkannya. Saya mendengar dia sangat positif, tetapi saya tidak pernah berbicara langsung dengannya mengenai masalah ini. Saya tidak tahu bagaimana proses pengambilan keputusan bersama John, Richard, dan keluarga Glazer. Mereka mengambil keputusan akhir. Saya tidak memiliki visibilitas atas kondisi finansial," jelas Ten Hag.
Ten Hag juga sempat membidik mantan striker jebolan akademi Man United, Danny Welbeck, untuk memperkuat kedalaman lini serang timnya.
"Tentu saja kami berkomunikasi. Bukan saya langsung, melainkan sering kali Darren (Fletcher, Direktur Teknis United saat itu). Dan dia sangat tertarik," ungkap Ten Hag.
Welbeck menunjukkan performa gemilang di usianya yang matang. Setelah mengemas 13 gol di Premier League bersama Brighton & Hove Albion pada musim 2025-2026, penyerang berusia 35 tahun itu direkrut Chelsea pada musim panas 2026 lalu dan telah mengemas tiga gol dari tujuh laga di berbagai kompetisi musim 2026-2027.
Usai memboyong Antony, Onana, dan Martinez dari Ajax, Ten Hag juga berniat menjadikan Brian Brobbey sebagai opsi pelapis Cristiano Ronaldo pada musim panas 2022. Sayangnya, proses transfer tersebut gagal dituntaskan.
"Pada awalnya, tidak semua orang memiliki pandangan yang sama. Ketika kami berhasil meyakinkannya, kami sudah terlambat dan dia sudah berada dalam proses transfer yang berbeda," pungkas Ten Hag.
Brobbey kemudian melanjutkan kariernya bersama Sunderland pada 2025 dan sejauh ini telah mencetak 10 gol dari 38 pertandingan.
(Rivan Nasri Rachman)