"Selain itu, saat kami menguasai bola, terutama di area pertahanan sendiri, permainan teknis kami sangat buruk; kami tidak menghormati permainan maupun prinsip-prinsip yang harus diterapkan saat menghadapi tim yang menerapkan tekanan man-to-man," ujarnya.
"Hal itu membuat kami tidak bisa mendominasi dan mengendalikan permainan sesuai keinginan. Lalu, saat kami mendapatkan peluang emas, kami gagal memanfaatkannya," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)