“Tiga poin, itu saja. Tidak lebih, tidak kurang. Setelah babak pertama, semua orang mengharapkan lebih banyak gol di babak kedua. Namun, intensitas permainan menurun, dan kami memberi lawan terlalu banyak ruang,” tegas Mourinho, dilansir dari Diario AS, Rabu (16/9/2026).
“Saya tidak bisa puas dengan hasil imbang. Pada akhirnya, kami mencetak gol kemenangan,” tambahnya.
Selepas pertandingan, Mourinho memberikan penjelasan mengenai keputusan taktisnya dalam melakukan pergantian pemain demi mencari stabilitas lini tengah. Ia juga menyinggung pentingnya rotasi pemain di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.
“Kami memberikan kesempatan kepada lawan yang tampaknya sudah kalah untuk bangkit, membuat situasi jadi sulit bagi diri sendiri. Kami hampir kehilangan dua poin, bisa menang mudah tapi juga bisa kalah,” imbuh Mourinho.
Dengan berakhirnya laga menegangkan ini, Real Madrid tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat. Mourinho dan anak asuhnya harus segera mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi ujian berat berikutnya melawan rival sekota, Atletico Madrid, pada 20 September mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)