BARCELONA – Gelandang Barcelona, Rodri, baru-baru ini menjadi sorotan publik sepak bola Spanyol setelah tertangkap kamera melontarkan komentar kontroversial usai laga melawan Valencia. Pemain Tim Nasional (Timnas) Spanyol tersebut secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung serta skuad Los Che –julukan Valencia.
Kontroversi ini bermula ketika Barcelona sukses melumat Valencia dengan skor telak lima gol tanpa balas di Stadion Mestalla, pada Minggu 6 September 2026. Kemenangan di matchday keempat Liga Spanyol 2026-2027 tersebut diraih berkat penampilan gemilang, termasuk dua gol yang dicetak oleh penyerang sayap Raphinha.
Namun, perhatian publik justru teralih ke lorong pemain setelah peluit panjang berbunyi. Kamera televisi menangkap percakapan privat antara Rodri dan rekan setimnya, Pau Cubarsi, di mana sang gelandang menyebut performa Valencia sangat lemah.
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar luas dan menuai kecaman keras dari para pendukung Valencia yang saat ini tengah menyaksikan klub kesayangan mereka terpuruk di dasar klasemen sementara La Liga.
Menyadari dampak dari ucapannya, mantan pemain Manchester City tersebut tidak tinggal diam. Berbagai laporan media Spanyol mengonfirmasi ia telah mengambil inisiatif untuk menghubungi kapten Valencia, Jose Gaya, guna menyampaikan permohonan maaf secara pribadi.
Tidak berhenti di situ, pemain peraih Ballon d'Or 2024 ini juga memberikan klarifikasi resmi dalam sebuah wawancara pascalaga Liga Champions melawan Feyenoord. Ia dengan besar hati mengakui tindakan tersebut merupakan sebuah kekeliruan besar.
"Saya ingin meminta maaf kepada para suporter dan pemain Valencia. Saya juga sudah menelepon kapten mereka, Gaya. Sebagai manusia, ketika membuat kesalahan, kita harus meminta maaf. Saya berharap Valencia bisa segera kembali ke tempat yang seharusnya," ujar Rodri, dikutip dari Sportbible, Kamis (10/9/2026).