Sepanjang karier kepelatihannya bersama Manchester City, Guardiola tercatat sudah tiga kali membawa persaingan gelar juara liga hingga ditentukan di pekan terakhir. Meskipun selalu berhasil keluar sebagai juara, langkah Man City tidak pernah mulus, mereka sempat goyah dan kebobolan lebih dulu dari Brighton pada 2018, serta tertinggal 0-2 dari Aston Villa pada 2022 sebelum melakukan comeback magis.
Pengalaman mendebarkan seperti ini sudah akrab bagi Guardiola sejak ia masih aktif bermain di bawah asuhan Johan Cruyff di Barcelona, yang memenangkan empat gelar liga beruntun (1990-1994) di mana tiga di antaranya diraih lewat drama tikungan akhir. Filosofi sang mentor legendaris itulah yang kini ia tanamkan ke skuad Man City.
"Saya selalu lebih suka ketika nasib berada di tangan kami sendiri karena Anda tidak perlu melihat hasil pertandingan lain. Namun, situasi ideal itu tidak pernah ada," sambung Guardiola.
"Saya ingat Johan Cruyff sebelum pertandingan-pertandingan seperti ini selalu berkata: 'Menangkan pertandingan kita, (gelar) ini memang tidak berada di tangan kita, tetapi kita tidak boleh kehilangan liga hanya karena mereka tidak menang dan kita juga tidak menang.' Hal itu sama sekali tidak boleh terjadi. Kami harus menang. Mari menangkan pertandingan untuk mencapai kesempatan terakhir, setelah itu, kawan, menangkan laga kita. Selebihnya, itu di luar kendali kita. Tunggu saja’” tutupnya.
Berikut Link Live Streaming Bournemouth vs Manchester City di Liga Inggris 2025-2026:
https://www.vidio.com/live/9182-champions-tv-5?schedule_id=5078251
(Rivan Nasri Rachman)