RIVALITAS panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung kembali menemui babak baru pada pekan ke-32 Super League 2025-2026. Namun, duel bertajuk El Clasico Indonesia yang dijadwalkan pada Minggu 10 Mei 2026 ini kembali harus terusir dari ibu kota.
Stadion Segiri di Samarinda, Kalimantan Timur, dipilih menjadi saksi bisu pertarungan dua raksasa yang saat ini tengah bersaing ketat di papan atas klasemen. Laga ini menjadi sangat krusial mengingat posisi kedua tim di klasemen sementara.
Persib Bandung saat ini kukuh di puncak dengan raihan 72 poin, sementara Persija Jakarta membayangi di posisi ketiga dengan 65 poin.
Pertemuan di Samarinda ini juga memperpanjang catatan panjang absennya duel maut tersebut di Jakarta, di mana laga kandang terakhir Macan Kemayoran yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terjadi pada Juli 2019 silam.
Status sebagai tim musafir bukanlah hal baru bagi Persija Jakarta. Sejak era Indonesia Super League (ISL) 2008-2009, Macan Kemayoran kerap terpaksa berpindah-pindah markas akibat kendala izin keamanan maupun renovasi stadion di Jakarta.
Stadion Gajayana di Malang menjadi salah satu tempat pengungsian awal, di mana kala itu Persija harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2. Selain Malang, Stadion Manahan di Solo sempat dilabeli sebagai rumah kedua bagi Persija.
Ismed Sofyan, legenda Persija, pernah berujar bahwa timnya selalu merasa nyaman bermain di Solo setiap kali ibu kota sedang tidak ramah bagi mereka. Tercatat, laga kontra Persib pada Liga 1 2017 juga pernah dipentaskan di stadion berkapasitas 20 ribu penonton tersebut.