ADA 8 pemain naturalisasi yang sayangnya tak pernah dipanggil untuk membela Timnas Indonesia. Berbagai alasan menjadi penyebab para pemain naturalisasi itu tak dilirik untuk memperkuat skuad Garuda, salah satunya karena faktor usia.
Sejak tahun 2010, PSSI gencar menjalankan program naturalisasi untuk mendongkrak performa Timnas Indonesia. Mulai dari era Cristian Gonzales hingga generasi Ole Romeny, banyak pemain asing dan keturunan yang rela berganti paspor demi lambang Garuda di dada.
Namun, nasib tidak selalu berpihak pada mereka. Menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) ternyata bukan jaminan otomatis mendapatkan tempat di skuad nasional. Ada beberapa pemain yang justru apes karena tak kunjung mencicipi menit bermain bersama Timnas Indonesia. Lantas siapa saja?
Striker asal Kamerun ini resmi menjadi WNI pada tahun 2017. Dzumafo dikenal sebagai penyerang yang sangat disegani di kompetisi domestik berkat fisiknya yang kuat dan ketajamannya di depan gawang saat membela klub-klub seperti Persib Bandung hingga Bhayangkara FC.
Sayangnya, status WNI-nya didapat di usia senja, sehingga peluang membela Timnas tak kunjung datang.
Pemain kelahiran Paraguay ini mendapatkan kewarganegaraan Indonesia pada tahun 2018 setelah menikah dengan wanita Indonesia. Meski sempat tampil apik di Liga 1 bersama Perseru Serui dan klub-klub lainnya, penyerang yang kini membela RANS FC ini belum pernah sekalipun masuk dalam skema pelatih Timnas Indonesia mana pun.
Resmi menjadi WNI pada tahun 2016, Guy Junior merupakan salah satu penyerang yang memiliki karier panjang di Indonesia sejak 2005. Walau sukses membawa klub-klub seperti PSM Makassar dan Bhayangkara FC meraih prestasi, performanya ternyata belum cukup untuk memikat hati tim kepelatihan Garuda di level internasional.
Namanya mungkin kurang populer dibandingkan pemain naturalisasi lainnya, namun Charles Orock yang berasal dari Kamerun telah resmi menyandang status WNI sejak tahun 2017. Kariernya yang lebih banyak dihabiskan di divisi bawah membuat namanya luput dari radar panggilan tim nasional.