Buntut Aksi Brutal di EPA U-20: Dewa United Siap Seret Kasus Tendangan Kungfu Fadly Alberto ke Jalur Hukum

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis
Selasa 21 April 2026 01:01 WIB
Suasana laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 di EPA U-20. (Foto: Instagram/dufc.development)
Share :

TANGERANG – Manajemen Dewa United mengambil langkah tegas menyikapi insiden kekerasan yang menimpa pemainnya dalam laga kontra Bhayangkara FC U-20. Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menyatakan bakal menempuh jalur hukum setelah salah satu penggawanya menjadi korban tendangan kungfu oleh pemain lawan, Fadly Alberto, dalam laga yang berlangsung panas tersebut.

Kejadian itu terjadi dalam pertandingan Elite Pro Academy di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Aksi Fadly Alberto menjadi sorotan tajam.

Ardian Satya Negara mengatakan kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy (EPA) seharusnya menjadi wadah pembelajaran, bukan ajang kekerasan. Dia pastikan manajemen akan mengawal persoalan tersebut sampai tuntas sepenuhnya.

"Jujur saya sangat kecewa, seharusnya kompetisi usia muda ini sebagai tempat pembelajaran bukan menjadi ajang kekerasan," ujar Ardian dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).

1. Manajemen Dewa United Soroti Kekerasan Tim Pelatih

"Saya akan proses secara hukum untuk semua yang melakukan kekerasan, karena bukan hanya pemain tapi ada juga coach yang melakukan pemukulan. Biar menjadi pembelajaran untuk semua," tambahnya.

Momen pemain Bhayangkara FC U-20 lepaskan tendangan kungfu ke personel Dewa United U-20

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, mengatakan tentunya aksi yang dilakukan Fadly Alberto tidak terpuji dalam dunia olahraga. Dia menilai ada rentetan faktor yang membuat keributan dalam laga tersebut karena wasit kurang profesional dalam pengambilan keputusan dan rasisme.

"Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu. Kejadian itu kan diawali dari sesuatu yang semestinya tidak boleh terjadi," kata Sumardji kepada Okezone, Senin (20/4/2026).

 

"Itu kan diawali dari laporan ya, laporan dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas," tambahnya.

2. Dalih Provokasi Rasisme di Balik Amuk Fadly Alberto

Sumardji mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Fadly Alberto. Pemain itu menceritakan bahwa terpancing emosinya saat mendapatkan rasisme.

Momen Fadly Alberto serang pemain Dewa United U-20 di bangku cadangan smgfootball

"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto hitam, Berto monyet'. Nah, disitulah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," sambung Sumardji.

"Ya, ya seperti itu. Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan (menendang lawan). Jadi, menurut saya dengan kejadian ini, tentu Berto ya harus bisa mengevaluasi diri dan harus menerima keputusan Komdis yang pasti akan diserahkan sanksi kepada Berto," tutupnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya