Hadiah Ulang Tahun Ke-67: Magis Taktik Luciano Spalletti Bawa Juventus Gilas Pisa 4-0

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 10:41 WIB
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti (kiri). (Foto: Instagram/juventus)
Share :

TURIN – Pelatih Juventus, Luciano Spalletti merayakan hari jadinya yang ke-67 dengan cara yang paling manis. Setelah melewati periode sulit tanpa kemenangan sejak awal Februari, Juventus akhirnya kembali ke jalur kemenangan dengan melumat Pisa 4-0 di pekan ke-28 Liga Italia 2025-2026, pada Minggu (8/3/2026) dini hari WIB.

Kemenangan ini menjadi kado istimewa bagi sang pelatih yang sempat merasakan pahitnya tersingkir dari Liga Champions dan Coppa Italia dalam beberapa pekan terakhir.

Pesta gol di babak kedua yang diawali oleh Andrea Cambiaso, lalu disusul Khephren Thuram, Kenan Yildiz, dan Jeremie Boga, membuat suasana di pinggir lapangan menjadi emosional. Para pemain bahkan berlari menghampiri Spalletti untuk merayakan gol Thuram bersama-sama sebagai bentuk penghormatan di hari spesial sang allenatore.

1. Perubahan Formasi

Kesuksesan Juventus memecah kebuntuan tidak lepas dari kejelian taktik Spalletti. Menyadari timnya buntu di awal laga, ia secara berani mengubah skema 4-2-3-1 menjadi 3-4-3 di tengah pertandingan.

Juventus vs Pisa. (Foto: Instagram/juventus)

Fleksibilitas pemain seperti Weston McKennie dan Andrea Cambiaso memungkinkan transisi ini berjalan mulus untuk membongkar pertahanan rapat Pisa.

"Ada momen-momen berbeda dalam pertandingan. Kerapatan lawan di babak pertama sangat sulit ditembus, kami kesulitan mengalirkan bola dengan cepat," jelas Spalletti kepada Sky Sport Italia, dikutip Minggu (8/3/2026).

Selain perubahan formasi, Spalletti juga mengambil keputusan besar dengan menarik keluar Jonathan David yang tampil kurang menggigit dan menggantinya dengan Jeremie Boga saat jeda antarbabak.

 

2. Evaluasi Lini Belakang

Tidak hanya lini serang, sektor pertahanan pun tak luput dari perombakan. Spalletti mengganti Federico Gatti dengan Lloyd Kelly di babak kedua.

Alasan di baliknya murni teknis, Spalletti membutuhkan bek dengan kemampuan operan yang lebih mumpuni untuk membangun serangan dari bawah guna mengakali lini tengah lawan yang menumpuk.

Juventus vs Pisa. (Foto: Instagram/juventus)

"Saya merasa tidak enak harus menarik keluar Gatti, itu pilihan sulit antara dia atau Bremer. Saya melakukannya karena kami butuh kaki yang lebih baik untuk mengalirkan bola dari belakang," sambung Spalletti.

Meski timnya menang besar dan Jeremie Boga turut menyumbang gol, Spalletti tetap memberikan peringatan keras kepada pemain Pantai Gading tersebut. Ia menilai Boga masih sedikit terlalu lamban/ di waktu-waktu tertentu, sebuah sinyal bahwa sang pelatih tetap menuntut kesempurnaan meski di hari ulang tahunnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya