Meski Lolos Perempatfinal Piala FA 2025-2026, Josep Guardiola Tak Puas dengan Skor 3-1 Manchester City atas Newcastle United

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2026 15:27 WIB
Pelatih Manchester City, Josep Guardiola. (Foto: Instagram/mancity)
Share :

NEWCASTLE – Pelatih Manchester City, Josep Guardiola, tak mampu menyembunyikan kegembiraannya setelah pasukannya melibas Newcastle United dengan skor 3-1 di babak kelima Piala FA 2025-2026, Minggu (8/3/2026) dini hari WIB. Meski begitu, masa ada rasa penyesalan yang membuat Guardiola kurang puas, yakni buruknya penyelesaian akhir sehingga membuat Man City gagal mencatatkan kemenangan yang lebih besar lagi.

Padahal, hasil ini tidak hanya menjaga ambisi Quadruple mereka tetap hidup, tetapi juga diklaim sebagai performa terbaik The Citizens di kandang Newcastle selama 10 tahun masa kepemimpinan Guardiola di Inggris.

1. Efek Magis Savinho dan Ketajaman Marmoush

Meski sempat tertekan di 20 menit awal, Man City berhasil bangkit lewat aksi Savinho. Penyerang asal Brasil tersebut mencetak gol penyeimbang dalam penampilan perdananya sebagai starter setelah absen lebih dari dua bulan.

Momentum tersebut kemudian disempurnakan oleh Omar Marmoush yang memborong dua gol tambahan. Ketajaman Marmoush musim ini benar-benar menjadi momok bagi The Magpies, di mana empat dari enam golnya sejauh ini bersarang di gawang tim asuhan Eddie Howe.

Guardiola pun memberikan pujian khusus kepada pemain yang jarang mendapat menit bermain, termasuk bek Nathan Ake yang tampil sangat disiplin menjaga lini belakang.

Manchester City. (Foto: Instagram/mancity)

"Sangat menyenangkan bisa tetap bertahan di berbagai kompetisi karena ini membuat semua pemain bisa terlibat," ujar Guardiola, dilansir dari Manchester Evening News, Minggu (8/3/2026).

2. Satu Penyesalan di Balik Pesta Gol

Meski bangga dengan konsentrasi dan perilaku pemainnya baik saat menyerang maupun bertahan, Guardiola meninggalkan St James' Park dengan satu ganjalan. Pelatih asal Spanyol tersebut menyoroti banyaknya peluang emas yang terbuang sia-sia, terutama saat pemainnya berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan.

 

"Satu-satunya penyesalan saya hari ini adalah kami melewatkan terlalu banyak peluang mudah. Itu adalah hal yang benar-benar harus kami tingkatkan karena saat satu lawan satu dengan kiper, kami harus menyelesaikannya dengan lebih baik," tegasnya.

Terlepas dari itu semua, keberhasilan menembus babak perempatfinal Piala FA selama delapan kali berturut-turut tetap menjadi bukti solidnya organisasi permainan Man City di bawah arahannya.

Josep Guardiola. (Foto: Instagram/mancity)

Apalagi kemenangan ini terasa spesial karena diraih dengan rotasi besar-besaran. Guardiola melakukan 10 perubahan dibandingkan skuad yang bermain imbang melawan Nottingham Forest tengah pekan lalu di laga lanjutan Liga Inggris 2025-2026.

Keputusan berisiko ini diambil demi menjaga kebugaran pemain kunci seperti Rodri dan Erling Haaland menjelang laga krusial kontra Real Madrid di Liga Champions pada Rabu mendatang. Pertandingan nanti merupaka leg perdana dari babak 16 besar Liga Champions 2025-2026.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya