MANCHESTER – Harapan pendukung setia Manchester United untuk melihat kembali Ole Gunnar Solskjaer di pinggir lapangan resmi pupus. Manajemen klub, di bawah kendali Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Michael Carrick sebagai pelatih baru hingga akhir musim 2025-2026, menggantikan Ruben Amorim.
Meski namanya sempat menguat di kalangan suporter, Solskjaer harus menerima kenyataan bahwa dirinya kalah bersaing dengan mantan kapten Manchester United tersebut dalam perebutan kursi kepelatihan sementara.
Kabar bahwa dirinya tidak terpilih sampai ke telinga Solskjaer, tepat sehari sebelum pengumuman resmi Carrick. Sumber internal menyebutkan pahlawan kemenangan Man United di final Liga Champions 1999 itu merasa kecewa, namun ia memiliki prinsip yang berbeda dengan tawaran klub.
Berbeda dengan Carrick yang bersedia menjadi opsi jangka pendek, Solskjaer kabarnya hanya ingin kembali jika diberi kontrak permanen. Pria asal Norwegia tersebut merasa bahwa mengambil jabatan interim hanya akan menjadi solusi sesaat.
Dalam komunikasinya dengan jajaran eksekutif Man United, Solskjaer menegaskan bahwa Setan Merah saat ini membutuhkan pembangunan ulang besar-besaran jika ingin kembali bersaing di posisi empat besar, sebuah misi yang menurutnya tidak bisa diselesaikan dalam hitungan bulan.
“Meskipun tentu saja kecewa, sumber mengatakan bahwa ia (Solskjaer) lebih memilih untuk menerima pekerjaan itu lagi secara permanen, bekerja untuk jangka panjang daripada hanya beberapa bulan hingga musim panas,” bunyi laporan dari Give Me Sports, dikutip Kamis (15/1/2026).