SEBANYAK lima pesepakbola ternama dunia kapok main di Liga Indonesia. Penyebabnya ada bermacam-macam. Bahkan, salah satu nama pernah memecahkan rekor di Liga Indonesia.
Liga Indonesia pernah membuka keran untuk pemain-pemain marquee (marquee player) pada 2017. Alhasil, jagoan-jagoan sepakbola dunia bergantian datang ke Indonesia.
Namun, beberapa hanya memiliki karier yang singkat di Indonesia. Bahkan, nama-nama itu sampai kapok merumput di Indonesia lagi. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.
5. Boubacar Sanogo
Boubacar Sanogo pernah berseragam Madura United. Dia secara terang-terangan pernah mengutarakan kekecewaannya karena dipecat hanya tiga bulan setelah bergabung.
Mantan pemain Hamburg SV dan Werder Bremen tersebut dengan blak-blakan menyebut bahwa Indonesia tak memiliki infrastruktur sepakbola yang memadai. Bahkan untuk ruang ganti dan shower saja tidak ada di tempat latihan.
4. Kevin Van Kippersluis
Van Kippersluis pernah bermain untuk Persib Bandung pada Agustus 2019 hingga Januari 2020. Striker asal Belanda itu kesulitan untuk membuktikan kualitasnya lantaran hanya mampu mencetak dua gol dari 15 penampilan.
Dalam pernyataannya setelah kembali ke klub Belanda, Van Kippersluis menerangkan, kepindahannya ke Indonesia terlalu cepat. Dia merindukan sepakbola Belanda. Jalan cerita bisa berbeda andai bergabung di penghujung karier.
3. Carlton Cole
Carlton Cole tercatat pernah memperkuat Persib Bandung pada 2017. Dia termasuk dalam marquee player yang didatangkan pada awal perubahan nama menjadi Liga 1. Namun, striker asal Inggris itu hanya bertahan beberapa bulan saja.
Setelah hanya tampil lima kali, kontrak Cole diputus karena tidak mampu mencetak gol. Dia pun merasa kecewa kepada Persib yang menurutnya tidak memperlakukannya dengan adil.
2. Peter Odemwingie
Odemwingie berkarier di Indonesia bersama Madura United pada 2017. Dia bermain di sana hingga akhir 2018. Secara total, mantan pemain West Brom itu mencetak 15 gol dari 23 penampilan di Liga 1.
Pria asal Nigeria itu pernah mengeluhkan kerasnya permainan sepakbola di Indonesia karena kerap mendapat tekel berbahaya. Dia akhirnya hanya berkarier singkat di Indonesia.
1. Sylvano Comvalius
Comvalius sebenarnya bisa beradaptasi dengan baik. Dia tercatat sukses mengukir 42 gol dari 63 pertandingan di Liga 1, dengan 37 di antaranya untuk Bali United. Bahkan, pemain asal Belanda ini memecahkan rekor top skor dalam semusim milik Peri Sandria.
Namun pemain yang juga pernah membela Persipura Jayapura ini mengaku kecewa ketika Bali United dirugikan kala gagal juara pada 2017. Pada saat itu, Bhayangkara FC dinobatkan sebagai juara setelah menang WO yang kontroversial atas Mitra Kukar.
Imbas dari situasi ini, Bhayangkara FC punya poin yang setara dengan Bali United. Pada akhirnya, Bhayangkara FC dinobatkan sebagai juara karena unggul head-to-head. Comvalius merasa hal tersebut sungguh mengecewakan.
(Wikanto Arungbudoyo)