6. Krama Yudha Tiga Berlian
Sebagai seorang penggila bola, Sjarnoebi Said membentuk klub bola dengan nama Krama Tiga Berlian Palembang (KTB Palembang). Mulanya, klub ini bermarkas di Palembang.
Namun, seiring berjalannya waktu, Krama Yudha Tiga Berlian pindah ke Bekasi, Jawa Barat. Tepatnya, klub ini bermarkas di stadion yang kini bernama Stadion Patriot Candrabhaga.
Klub ini diketahui mundur di ajang Piala Winners Asia pada 1991 setelah alami krisis finansial. Bahkan, sang pemilik diketahui meminta bantuan PSSI dalam penanganan masalah, sebelum akhirnya dibubarkan pada 1991-1992.
5. Niac Mitra
Niac Mitra atau New International Amusement Center adalah klub bola kebanggaan Surabaya, Jawa Timur. Bersama dengan sang legenda, Persebaya Surabaya, klub ini memajukan nama kota Pahlawan tersebut.
Bersama dengan Pardedetex, Jayakarta, Indonesia Muda, dan Warna Agung, klub ini mendirikan Galatama. Dalam kompetisi tersebut, mereka sudah tiga kali juara, yakni pada musim 1981-1982, 1982-1983, dan 1986-1987. Bahkan pada 1983, Niac pernah bertanding melawan Arsenal di Stadion 10 November.
Niac Mitra bubar setelah aturan-aturan di liga yang menyebabkan klub ini merugi. Meski sempat mendapat tawaran bantuan dari Dahlan Iskan, Alexander Wenas selaku pemilik lebih memilih membubarkannya pada 1991.
4. Mastrans Bandung Raya
Klub yang dibentuk 1987 menjadi jebolan tersukses di kompetisi Ligina Galatama. Mastrans Bandung Raya (MBR) menjadi juara 3 tahun berturut-turut di Legina. MBR resmi bubar setelah alami krisis keuangan pada 1997.