"Tapi ini (soal penghentian Liga 2) tidak dikonsultasikan tapi diputuskan sendiri. Seharusnya, hasil Exco PSSI itu tertutup dulu. Karena yang berhak hentikan Liga itu di kongres PSSI," kata Yan Mandenas.
"Jadi hasil itu harus ke klub, disampaikan ke LIB dan PSSI dan dibawa ke kongres dan kongres yang tentukan liga lanjut apa tidak. Jadi, kalau mereka putuskan terburu-buru dan diekspos ke publik itu tak pantas," tegas Yan Mandenas.
Sehingga, Yan Mandenas mengklaim bahwa sebagian tanda tangan itu ada yang dipalsukan. Bahkan, ia menyebut ada beberapa klub yang menerima uang sekitar Rp15 juta agar manipulasi tanda tangan tersebut bisa aman.
"Itu ga benar, tanda tangan sebagian dipalsukan. Karena tanda tangan itu kemudian ditransfer Rp15 juta per klub, yang kita tahu itu tanda tangan daftar hadir manager meeting," ujar Yan Mandenas.
"Ada 2 lembar nah itu disisipi, ada lembar siluman yang kita gak tau. Kalo hasil meeting kita itu ada 3 opsi, liga dilanjutkan bubble, home away dan ganti operator. Hanya 1-2 klub yang ingin liga henti yaitu klub yang bermasalah finansial, yang lain semua mau lanjut," tandasnya.
(Reinaldy Darius)