“Nyanyian rasis telah dibanjiri oleh lagu-lagu penyemangat! Semua penggemar Lecce kuning dan merah mulai meneriakkan satu nama: Umtiti," tulis Lecce dilansir dari twitter resmi klub @OfficialUSLecce, Kamis (5/1/2023).
Sementara presiden Lecce, Saverio Sticchi Damiana menjelaskan alasan memberikan pelukan kepada Umtiti adalah hal biasa yang dilakukan kepada semua staf dan pemain. Ia mengatakan Umtiti meminta pertandingan tetap dilanjutkan, karena ingin melawan rasisme dengan penampilan yang ditujukan di lapangan.
“Saya memeluk Samuel, seperti yang saya lakukan dengan semua rekan satu timnya. Setelah setiap pertandingan, apapun hasilnya, saya ingin menyapa para pemain dan staf," ucap Damiana dilansir dari Mirror.
“Saat wasit menghentikan pertandingan, menunggu penyiar menyerukan diakhirinya nyanyian rasis, Umtiti meminta agar pertandingan dilanjutkan karena dia ingin menanggapi hinaan yang diterimanya di lapangan. Dia bereaksi seperti seorang juara sejati,” tutupnya.
(Dimas Khaidar)