“Tidak diragukan lagi kemampuannya, dia adalah pemain yang fantastis. Pada usia 25 tahun sangat sulit untuk melakukan itu (diajarkan naluri pembunuh itu), itulah mengapa menurut saya posisi terbaiknya datang dari sisi luas ke tempat dia memiliki ruang untuk berlari (sisi sayap),” lanjut legenda Timnas Inggris itu.
“Tidak diragukan lagi dia akan mencetak gol dan beberapa di antaranya, tetapi insting pembunuh untuk menjadi penyerang tengah (hilang),” pungkasnya.
Sampai kemudian Setan Merah kembali mencetak gol pada menit ke-87 melalui kaki Fred. Ini menegaskan bahwa keputusan pelatih Erik Ten Hag mengincar penyerang tengah di bursa transfer sangat tepat.
(Dimas Khaidar)