AREMA FC tampil menggila di tiga laga terakhir Liga 1 2022-2023 pasca tragedi Kanjuruhan. Tim berjuluk Singo Edan bahkan mampu menang di tiga laga terakhirnya semenjak Liga 1 2022-2023 dilanjutkan dengan sistem terpusat, pasca tragedi Kanjuruhan.
Sekadar diketahui, penampilan mengesankan Arema FC dimulai sejak mengalahkan Dewa United (2-0), Persis Solo (2-1), dan, Persikabo 1973 (1-0). Padahal, selama Liga 1 2022-2023 dengan format terpusat tanpa penonton, berlangsung di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Itu artinya Arema FC memang tidak bertanding di Malang atau publik sendiri. Akan tetapi, skuad Singo Edan bermain impresif dan atraktif, seperti berbeda ketika tampil saat berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang, ketika didukung ribuan Aremania.
Berdasar catatan penampilan Arema FC musim 2022-2023 saat bermain di Stadion Kanjuruhan Malang, dari enam laga Singo Edan hanya menang dua kali. Kemudian, tuai satu imbang, dan menelan tiga kekalahan beruntun.
Menanggapi tekanan yang muncul saat bermain di Malang, pelatih Arema FC Javier Roca justru membantah soal itu. Menurutnya, tidak ada perbedaan permainan timnya saat bermain di Stadion Kanjuruhan Malang, maupun dengan sistem bubble pasca tragedi Kanjuruhan.
"Sebenarnya pemain di pertandingan di Malang juga selalu mereka keluarkan permainan yang terbaik, saya pikir nggak ada tekanan dari suporter. Mereka juga kalau bermain di Malang termotivasi," kata Javier Roca, saat konferensi pers secara daring pada Jumat (16/12/2022).
Pelatih asal Chile ini menuturkan, saat bermain di Malang, timnya sebenarnya mendapatkan banyak peluang. Namun, peluang itu gagal dikonversikan menjadi gol.