Meski begitu, hal tersebut tidak membuat De Ligt menyerah begitu saja. Berhadapan dengan banyak pemain bintang, De Ligt justru semakin termotivasi untuk selalu berkembang agar menunjukkan daya saing yang tinggi.
“Tetapi Anda belajar hari demi hari dan meningkatkan diri Anda sendiri,” sambungnya.
Selain itu, De Ligt juga membandingkan gaya latihan yang dimiliki Bayern Munich dan juga Juventus. Menurutnya, Juventus lebih mengedepankan taktik, sedangkan Bayern lebih mengedepankan stamina.
“Kedua pendekatan itu sulit, tetapi di Italia ini lebih tentang taktik dan sistem, dan lebih sedikit tentang intensitas, apalagi tentang sprint,” pungkasnya.
(Djanti Virantika)