PELATIH Manchester United, Erik Ten Hag, memberi penjelasan mengapa timnya mengawali Liga Inggris 2022-2023 dengan buruk. Ia menyebut bobroknya performa Manchester United karena ketiadaan gelandang bertahan mumpuni.
Juru taktik asal Belanda ini dipercaya menangani Manchester United musim ini seiring penampilan buruk Setan Merah di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer dan Ralf Rangnick musim lalu. Namun, penampilan Manchester United di awal musim ini pun tak membaik, bahkan boleh disebut lebih buruk daripada sebelumnya.
Kiper David De Gea harus memungut bola dari gawangnya enam kali dalam dua laga pembuka kontra Brighton & Hove Albion dan Brentford. Penampilan lini serang pun tak kalah buruknya, karena tak mampu mencetak sebiji gol pun dari usaha sendiri.
Sebab, satu-satunya gol yang diukir Manchester United adalah lewat bunuh diri pemain Brighton, Alexis Mac Allister. Dalam pembelaannya, Erik Ten Hag menyebut ketiadaan seorang gelandang bertahan membuat timnya bermain begitu buruk. Itulah sebabnya The Red Devils –julukan Manchester United– merekrut Casemiro dari Real Madrid akhir pekan lalu.
“Saya pikir kami melalui pramusim dengan baik. Namun, kemudian striker kami (Anthony) Martial cedera, Ronny (Cristiano Ronaldo) tidak bugar, tidak ada gelandang bertahan, pada pertandingan pertama kami memiliki sepasang bek tengah yang belum pernah bermain bersama dan juga seorang penjaga gawang yang tidak sedang dalam kondisi terbaiknya,” kata Erik ten Hag, sebagaimana dilansir Sportskeeda.
“Ada alasan jelas tentang itu, namun saya tahu bahwa kami akan memperbaikinya dan juga hasil akan membaik. Itu sudah terlihat pada pramusim,” tegas eks pelatih Ajax Amsterdam ini.
Kedatangan Casemiro diharapkan bisa menutupi kekurangan Manchester United. Gelandang asal Brasil ini memiliki kesolidan dan pengalaman yang luar biasa untuk menjadi tembok yang kukuh sebelum lawan memasuki daerah pertahanan Manchester United.
Namun, aktivitas transfer Manchester United takkan berhenti sampai di situ, karena mereka disebut sedang membidik gelandang Lazio, Sergej Milinkovic-Savic, sebagaimana diwartakan dari Teamtalk.
Pemain Timnas Serbia ini merupakan salah satu gelandang terbaik di Liga Italia selama tujuh musim membela Lazio. Gelandang 27 tahun itu kembali membuktikannya musim lalu ketika berhasil mengukir 11 gol dan 12 assist dari 47 penampilan di semua ajang.
(Ramdani Bur)