Kedua, jika terjadi handball dengan tidak disengaja oleh pemain lain dari tim yang menyerang sebelum terjadinya gol, maka gol akan tetap disahkan. Namun, akan jadi berbeda tafsir, jika pemain yang melakukan handball itu mencetak gol.
Pemain Manchetser United tertunduk lesu usai kalah dari Middlesbrough (Foto: Reuters)
“Jika handball pemain tim yang menyerang terjadi dengan tidak disengaja sebelum pemain lain yang mencetak gol, gol tersebut sekarang akan diberikan. Ketika musim lalu kemungkinan besar akan dianulir. Namun, seorang pemain akan tetap dihukum jika pemain tersebut melakukan handball yang tidak disengaja, tapi segera mencetak gol untuk dirinya sendiri,” imbuh mereka.
Dalam kasus gol Crooks tersebut, Watmore berstatus sebagai pemberi umpan. Handball-nya dianggap dilakukan dengan tidak sengaja. Alhasil, gol tersebut tetap disahkan oleh wasit.
Kejadian itu mendapat sorotan dari salah satu legenda sepakbola Inggris, Gary Lineker. Dirinya menilai keputusan wasit memang tepat. Tapi, menurutnya peraturan handball sekarang ini sangat aneh dan konyol.
“Keputusan yang tepat telah dibuat mengingat keanehan peraturan yang ada. Jelas tidak disengaja, tetapi jika dia mencetak gol untuk dirinya sendiri, itu akan dianulir,” cuit Lineker di Twitter-nya, @GaryLineker, Sabtu (5/2/2022).
“Peraturan handball dulu baik-baik saja. Mereka sekarang membuatnya jadi konyol,” cetusnya.
Pertandingan itu sendiri pada akhirnya dimenangkan oleh Middlesbrough lewat adu penalti dengan skor (8-7). Sebelumnya, selama 120 menit laga berjalan, Manchester United dan Middlesbrough berbagi angka (1-1). Hasil itu memaksa Manchester United tersingkir dari Piala FA 2021-2022.
(HTH)
(Andika Pratama)