TURIN - Mantan pemain Juventus, Paolo Di Canio, memberi kritik pedas untuk Romelu Lukaku yang penampilannya tidak konsisten bersama Chelsea pada musim 2021-2022. Dari kacamata Di Canio, Lukaku tidak tampak seperti pemain dengan harga lebih dari 100 juta euro.
Sebagaimana diketahui, The Blues -julukan Chelsea- mengeluarkan uang sebesar 113 juta euro untuk memulangkan Lukaku dari Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2021. Pemain berusia 28 tahun itu diharapkan bisa menjadi pencetak gol andalan Chelsea karena lini depan menjadi masalah mereka pada musim lalu.
Namun, pemain internasional Belgia itu menunjukan penurunan performa ketika kembali bermain di Liga Inggris. Pasalnya, performa Lukaku naik-turun sehingga baru mencetak delapan gol dari 24 penampilan.
Sementara itu, Di Canio menilai mantan pemain Manchester United itu harus tampil lebih baik lagi. Sebab, menurutnya, Lukaku terlalu lemah saat menguasai bola.
BACA JUGA: Kapten Chelsea Segera Resmi Gabung Barcelona
Pemain seperti Lukaku harus tampil lebih baik dalam beberapa situasi. Dia terlalu lembut pada bola, dia harus berbuat lebih baik," kata Di Canio, dilansir dari Football Italia, Rabu (26/1/2022).
Lebih lanjut, pria berusia 53 tahun itu menilai Thomas Tuchel telah memberikan Lukaku kesempatan bermain di laga penting Chelsea. Tetapi, Lukaku gagal menunjukan penampilan apiknya.
"Tuchel memberinya peluang di pertandingan besar, tetapi Lukaku harus membuktikan sesuatu yang lebih," tuturnya.
“Dia adalah pemain penting untuk gelar Inter musim lalu, tetapi terkadang dia memiliki masalah yang sama," jelasanya.
Di Canio mengatakan Chelsea harus mengembalikan Lukaku ke performa terbaiknya karena sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Dia pun yakin Lukaku bisa kembali menjadi penyerang yang tajam, seperti waktu membela Inter.
“Chelsea membayar lebih dari 100 juta euro untuk mengontrak Lukaku dan harus memulihkannya. Saat ini, sulit membayangkan seseorang membayar 100 juta euro untuk mengontraknya. Akan tetapi, tidak ada yang mencegahnya untuk sukses lagi di masa depan,” pungkasnya.
(Andika Pratama)