"Jadi, kemudian saya mulai berkeliaran di sekitar Manchester mencari sebidang tanah tempat kami bisa membangun tempat latihan baru. Kami berburu di mana-mana, khususnya di Manchester Utara,” lanjut manajer legendaris The Red Devils tersebut.
"Les Kershaw (mantan direktur akademi) datang kepada saya dan temannya bekerja untuk Shell. Dia berkata 'Shell mencoba menjual sebagian tanah mereka di Carrington'. jadi kami pergi untuk melihatnya,” tambahnya.
"Ukuran tanah yang kami dapatkan, saya pikir itu 28 hektar atau lebih, tetapi ada batasan yang tidak dapat saya pahami hari itu. Sebagian dari peraturannya adalah, jika terjadi perang, maka kami harus mengubah tanah menjadi ladang kentang,” imbuh Ferguson.
"Lalu di bagian paling akhir, harus ada satu atau dua hektar untuk angsa Kanada. Ada parit dan kami tidak bisa mengubahnya karena tikus hidup di dalamnya. Kami benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa,” tutup Ferguson.
(Rivan Nasri Rachman)