REAL Madrid dalam posisi ideal untuk mendatangkan Kylian Mbappe pada bursa transfer musim panas 2021. Menurut pangeran Qatar, Khalifah Bin Hamad Al-Thani, Real Madrid akan memberi penawaran kedua untuk Kylian Mbappe pada Jumat, 27 Agustus 2021.
“Jumat.. Mereka (Madrid) akan memberikan penawaran lain. Mari kita lihat yang terjadi, kesempatan terakhir,” tulis Khalifah Bin Hamad Al-Thani di akun Twitter-nya, @khm_althani.
(Kylian Mbappe merapat ke Real Madrid)
Sebelumnya Real Madrid melepaskan penawaran perdana untuk Kylian Mbappe dini hari tadi sehaga 160 juta euro atau setara Rp2,7 triliun. Sayangnya, tawaran tersebut ditolak PSG. Kemudian pada Jumat, 27 Agustus 2021, Los Blancos -julukan Real Madrid– akan memberikan penawaran pamungkas sebesar 180 juta euro atau sekira Rp3 triliun!
“Real Madrid akan memberi penawaran sekira 200 juta euro untuk Kylian Mbappe, namun tidak full 200 juta euro. Saya pikir 180 juta euro sudah cukup,” kata jurnalis Spanyol, Andres Onrubia Ramos, mengutip dari Twitter @MadridXtra.
Khalifah Bin Hamad Al-Thani pun memberi pandangan. Khalifah Bin Hamad Al-Thani yang merupakan adik dari Emir Qatar yang notabene pemilik PSG memprediksi, Kylian Mbappe akan dilepas PSG.
BACA JUGA: Masa Depan Ditentukan Hari Jumat, Kylian Mbappe Resmi Gabung Real Madrid Seharga Rp3 Triliun?
‘“Pandangan saya tentang Mbappe. Saya lebih suka menjual Kylian Mbappe sekarang dengan harga setidaknya 150 juta euro. Lebih baik sekarang daripada kehilangannya secara gratis pada musim panas 2022,” tulis Khalifah Bin Hamad Al-Thani mengutip dari Twitter-nya, @khm_althani.
Jika Real Madrid benar mendapatkan Kylian Mbappe, Los Blancos bisa dibilang tim tersukses di musim panas 2021. Banyak yang beranggapan PSG yang layak menyandang status tersebut, mengingat mereka berhasil mendatangkan pemain-pemain top seperti Lionel Messi, Sergio Ramos, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum dan Gianluigi Donnarumma.
(Real Madrid bikin Barcelona gagal mempertahankan Lionel Messi)
Namun, kabarnya tidak seperti itu. Real Madrid layak disematkan sebagai tim tersukses karena presiden Los Blancos, Florentino Perez, berhasil membujuk CEO Barcelona, Ferran Reverter, untuk tidak menandatangani kontrak dengan CVC Capital Partners.
Dari mana kabar ini muncul? Mantan anggota Espai Barca (nama calon stadion baru Barcelona), Jaume Llopis, mengatakan presiden Real Madrid Florentino Perez berandil besar atas kepergian Lionel Messi dari Barcelona. Jaume Llopis mengatakan, Florentino Perez sudah memengaruhi CEO Barcelona, Ferran Reverter dan Joan Laporta (presiden Barcelona) untuk tidak menandatangani perjanjian dengan CVC Capital Partners.
Padahal, jika Joan Laporta menandatangani kontrak dengan CVC Capital Partners, mereka akan mendapatkan dana tambahan yang bisa digunakan untuk mengontrak Lionel Messi. Sayangnya, Joan Laporta memilih tidak menandatangani kontrak.
Sebab, jika kontrak ditandatangani, Real Madrid dan Barcelona kehilangan pemasukan dari hak siar pertandingan sekira 10-11 persen! Karena itu, Lionel Messi gagal memeperpanjang kontrak di Barcelona dan kemudian hengkang ke PSG. Real Madrid pun diuntungkan karena sang rival abadi tak lagi diperkuat pemain sebesar Lionel Messi.
“CEO baru Barcelona (Reverter) yang bertanggung jawab. Saya tahu semuanya harus melalui CEO dan semuanya harus ditandatangani CEO, bukan presiden,” kata Llopis mengutip dari Cadena SER.
“CEO mengancam akan mengundurkan diri jika Joan Laporta menyetujui CVC. Jadi, Laporta ditekan oleh CEO-nya dan Florentino Perez juga coba meyakinkan Joan Laporta. Pada akhirnya, Reverter dan Perez mencoba meyakinkan Laporta untuk mengusir Messi dengan tidak menandatangani kontrak dengan CVC,” tutup Llopis.
(Ramdani Bur)