PARIS – Berat hatinya Ronald Koeman usai timnya, Barcelona disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions 2020-2021. Bermain imbang 1-1 di Stadion Parc des Princess, Kamis (11/3/2021) Barcelona kalah agregat skor 5-2.
Pada leg pertama, Barcelona kalah 4-1 di Camp Nou membuat mereka berusaha memegang kendali permainan sejak awal laga di leg kedua. Namun, lini pertahanan PSG sulit ditembus Barcelona meski mendominasi laga.
Lima belas menit laga berjalan, Barcelona menguasai laga dengan presentase 72 persen. Mereka telah melepaskan empat tembakan, satu di antaranya tepat sasaran. Sedangkan serangan PSG terpusat pada Kylian Mbappe yang bermain di sisi kanan pertahanan Barcelona.
Baca juga: Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Kompak Tersingkir dari Liga Champions Musim Ini
Baca juga: Hasil Liga Champions: Barcelona Tersingkir, Liverpool Melaju
Barcelona hampir saja menjebol gawang PSG yang dikawal Keylor Navas pada menit 23. Sergino Dest yan mendapat umpan dari Sergio Busquets melakukan akselerasi dan memungkasinya dengan sepakan dari sudut sempit. Namun, bola tembakannya membentur tiang.
Meski Barca sering menyerang, justru PSG yang meraih peluang emas pada menit 30. Mauro Icardi dijatuhkan oleh Clement Lenglet di area terlarang. Wasit yang melihat tayangan VAR memberikan penalti untuk Les Parisiens. Kylian Mbappe yang maju sebagai eksekutor berhasil memperdaya Marc-Andre ter Stegen.
Lionel Messi berhasil menyamakan kedudukan pada menit 37. Dia mencetak gol indah dari luar kotak penalti.
Barcelona mendapat penalti usai Griezmann dilanggar di area terlarang di menit tambahan babak pertama. Namun, Navas berhasil menahan sepakan kencang Messi.
Selepas laga, Ronald Koeman mengakui timnya tersingkir. Namun, dia memeberikan pujian dengan perlawanan anak asuhnya
"Oke, kami tersingkir, itulah yang terpenting dalam olahraga ini. Tapi kami pergi dengan sensasi yang bagus. Kami memiliki peluang untuk membuat hal-hal yang sangat dikeluhkan rival kami. Kami adalah tim yang unggul di babak pertama, mengambil risiko besar di lini belakang,” tuturnya mengutip laman UEFA.
“Di leg pertama mereka sangat efektif di depan gawang. Mereka mencetak empat, di sini kami mencetak satu gol. Kami berusaha keras dan penjaga gawang mereka adalah Player of the Match. Kami memiliki peluang tetapi tidak bisa memanfaatkannya."
"Kami meninggalkan Liga Champions ini dengan cara yang sangat berbeda seperti yang kami lakukan musim lalu. Dalam pertandingan ini, kami mencapai level kami dan itulah jalan yang harus kami ikuti. Jelas kami sedih tetapi kesan yang kami tinggalkan setelah pertandingan ini penting," pungkasnya.
(Ramdani Bur)