BARCELONA – Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini Barcelona sedang mengalami krisis keuangan. Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir membuat klub berjuluk Blaugrana itu mendapatkan pemasukan yang jauh lebih kecil dari yang biasanya.
Berdasarkan laporan yang beredar, angka utang Barcelona meningkat menjadi 1,173 miliar euro. Tagihan gaji dari para pemain dan seluruh pegawai Barcelona menyumbang 74 persen dari seluruh pemasukan klub.
Baca juga: Bayern Munich Bantah Bakal Bajak Sergio Ramos dari Real Madrid
Kondisi ini pada akhirnya membuat Barcelona harus membujuk para pemain dan karyawan mereka untuk melakukan pemotongan gaji guna menyeimbangkan neraca keuangan. Akan tetapi, ide pemotongan gaji tersebut ditentang oleh para pemain dan karyawan.
Mereka tidak setuju jika gaji mereka harus dipotong. Meski begitu, para pemain dan karyawan tersebut bersedia gaji yang mereka terima untuk saat ini tidak penuh. Mereka baru akan mendapat bayaran seutuhnya ketika kondisi keuangan klub telah membaik.
Baca juga: Usai Beli Ben Davies, Liverpool pun Resmi Pinjam Ozan Kabak dari Schalke 04
Bisa dibilang, saat ini utang Barcelona berasal dari tunggakan gaji pemain, termasuk sang megabintang Lionel Messi. Disebutkan bahwa Barcelona seharusnya membayarnya 72 juta euro atau sekira Rp1,21 triliun kepada Messi sebelum akhir Januari 2021.
Kendati demikian, baru 8,5 juta euro (Rp144 miliar) yang telah dibayarkan. Itu berarti, Blaugrana masih memiliki utang sebesar 63,5 juta euro (Rp1,075 triliun) kepada Messi, yang meliputi pembayaran untuk gaji dan hak citra.