“Saya sudah menemukan dengan menganalisis beberapa hal yang benar-benar di luar konteks. Permainan sejatinya terkendali, kami memiliki Harry Kane untuk mencetak gol keempat ketika dia membentur tiang, Gareth Bale untuk mematikan permainan. Pertandingan itu bisa mengarah ke terciptanya gol keempat, tapi itulah yang terjadi di sepakbola,” lanjutnya.
Mendapati kondisi ini, Mourinho tak menampik bahwa dirinya merasa kecewa. Kondisi ini sendiri dinilai terjadi karena timnya dinilai tidak cukup kuat dalam mengatasi tekanan yang muncul jelang akhir-akhir laga secara psikologis. Alhasil, kebangkitan West Ham pun tak dapat dicegah.
"Tidak disengaja, tetapi tim menurun, dengan Winks kami menemukan keseimbangan lagi dan memegang kendali. Tepat ketika kami berada dalam kendali kami kebobolan pertama dan kepercayaan mereka meningkat. Pemain saya tidak cukup kuat untuk mengatasinya secara psikologis. Beberapa detik terakhir kami kehilangan dua poin,” tuturnya.
"Saya tidak tahu apakah itu kami yang mengundang mereka atau mereka yang memiliki motivasi ekstra untuk ikut serta dalam permainan. Saya tidak dapat mengidentifikasi kami atau mereka, mungkin keduanya,” tukas Mourinho.
(Ramdani Bur)