LIVERPOOL – Legenda Liverpool, Emile Heskey, memberikan komentar soal tuduhan pemain egois yang ditunjukkan kepada Mohamed Salah. Haskey menilai bahwa itu sangat normal, mengingat Salah bermain untuk gelar pencetak gol terbanyak bagi Liverpool di setiap musimnya.
Sebagaimana diketahui, Salah memang resmi menjadi pemain Liverpool pada jendela transfer musim panas 2017. Manajemen The Reds –julukan Liverpool– mendatangkan Salah dari AS Roma dengan mahar sebesar 42 juta euro atau sekira Rp732 miliar.
Salah pun langsung menunjukkan performa luar biasa di musim perdananya berseragam Liverpool. Ya, pemain tim nasional (Timnas) Mesir tersebut berhasil dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Inggris 2017-2018 dengan torehan 32 gol.
Sejak saat itu, Salah pun konsisten untuk bisa mencetak puluhan gol bagi Liverpool di setiap musimnya. Akan tetapi belakangan performa mantan pemain Chelsea tersebut kerap menuai sorotan, lantaran dinilai terlalu egois.
Baca Juga: Legenda Liverpool Tak Risau Roberto Firmino Masih Nihil Gol Musim Ini
Bahkan karena hal itu, Salah sempat terlibat pertengkaran dengan Sadio Mane pada musim lalu. Ya, Mane terlihat sangat kesal karena tidak diberikan umpan kepada Salah, padahal sedang dalam posisi menguntungkan untuk mencetak gol.
Maka dari itu, banyak pihak meminta agar Salah untuk tidak bersikap egois agar skuad Liverpool tetap harmonis. Namun pandangan berbeda justru diutarakan Heskey perihal sikap egois yang acap kali ditunjukkan Salah bersama Liverpool.
Heskey menilai bahwa sikap egois Salah tersebut adalah sebuah hal yang masih dalam batas wajar. Terlebih apabila sang pemain bermain demi bisa mendapatkan gelar pencetak gol terbanyak di setiap musimnya.
“Saya pikir kita semua tahu dengan Mo, dia selalu mengejar Sepatu Emas itu, dia selalu ingin mencetak gol. Ada kalanya sebagai striker yang tidak egois di mana Anda melihatnya dan berkata: 'mengapa Anda tidak mengoper bola itu?,” jelas Heskey, seperti disadur dari Talksport, Sabtu (10/10/2020).
Baca Juga: Liverpool dan Man City Masih yang Terkuat di Liga Inggris 2020-2021
“Tapi inilah yang Anda dapatkan dari seorang pencetak gol top, dari orang-orang yang akan mencetak 20-25 gol semusim. Mereka memiliki dorongan tanpa henti di mana mereka ingin mengambil setiap peluang, mereka ingin mencetak gol dari setiap peluang,” lanjutnya.
“Mereka ingin mengambil gol dari Anda dan Anda tidak ingin mengambil rangkaian gol tanpa henti itu dari mereka karena itulah yang membuat mereka seperti sekarang ini. Itulah yang membuatnya menjadi pemain sayap dan pencetak gol yang sekarang ini. Saya pikir ia harus terus maju dan melakukan apa yang ia lakukan,” tuntas pria berusia 42 tahun itu.
(Fetra Hariandja)