Namun, kata Evra, telefonnya kini sering berdering. Banyak direktur olahraga klub papan atas Eropa yang menghubunginya. Mereka meminta dia untuk menghubungi kepala negosiator Man United.
“Orang harus mengerti bahwa kami mengirim pengacara untuk berbicara dengan pemain, dan ketika Anda mengirim pengacara, mereka berbicara tentang angka, mereka bukanlah orang dari dunia sepakbola. Jadi, ketika kami menginginkan seorang pemain, dia biasanya berharga 20 juta pounds dan Anda akhirnya mencoba membelinya seharga 100 juta pounds, bahkan para pemain itu tidak menginginkan uang lagi,” paparnya.
My only joy from my club right now. Go on my Instagram or facebook for the full video. pic.twitter.com/rdICmPKhbv — Patrice Evra (@Evra) September 21, 2020
Ia pun memberi contoh kegagalan Man United dalam membeli pemain. Salah satunya mendatangkan Alexis Sanchez dari Arsenal.
“Contoh sempurna adalah Alexis Sanchez. Manchester City adalah yang pertama, dia meminta begitu banyak uang, bahkan Guardiola mengatakan, 'Saya tidak dapat memberikan uang itu karena saya akan kehilangan kepercayaan pemain,’” ungkap Evra.
“Tapi beruuntung bagi Alexis, Manchester United membujuknya, 'ayo, ayo, kita punya uang di sini'. Bahkan dia bilang setelah satu hari dia bertanya kepada agennya apakah dia bisa memutuskan kontraknya,” lanjut dia.
(Ramdani Bur)