AMSTERDAM – Manchester United telah resmi menebus Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam dengan mahar 40 juta pounds (Rp785,4 miliar). Hal ini pada akhirnya membuat mantan pelatih tim junior Ajax, Ruben Jongkind, merasa senang.
Sebelum Man United meresmikan transfer Van de Beek, gelandang berpaspor Belanda itu sejatinya juga dikaitkan dengan raksasa Liga Spanyol, Real Madrid. Bahkan, Madrid disebut-sebut telah menyiapkan dana besar untuk bisa memboyong Van de Beek.
Kendati demikian, tawaran dari Madrid tak kunjung datang, hingga akhirnya Man United maju ke dalam perburuan dan mendapatkan tanda tangan sang gelandang. Jongkind pun memandang ini sebagai hal yang positif.
Baca juga: Dapatkan Van de Beek, Man United Disarankan Lepas Lingard dan Pereira
Man United pasalnya memiliki sejarah bagus dalam mengembangkan para pemain muda. Sebut saja nama-nama seperti David Beckham, Ryan Giggs, Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, hingga generasinya Marcus Rashford dan Mason Greenwood.
Menurut Jongkind, Van de Beek akan lebih pesat berkembang dengan bergabung di Man United. Apalagi, Manajer Setan Merah saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, menyukai pemain-pemain muda dan selalu memberi kesempatan bagi mereka untuk unjuk gigi.
Di sisi lain, Madrid adalah klub yang identik dengan pemain-pemain top dunia yang sudah matang. Jongkind khawatir jika Van de Beek bergabung dengan Los Blancos pada akhirnya hanya membuat jebolan akademi Ajax tersebut duduk di bangku cadangan dan menyia-nyiakan bakatnya.
“Ini (Man United) adalah klub yang bagus untuk pindah. Man United memiliki sejarah dalam mendatangkan pemain muda. Saya pikir itu adalah pilihan yang bagus. Jauh lebih baik daripada Real Madrid. Saya pikir itu akan menjadi bencana. Gaya bermain Donny juga lebih mirip di United daripada Real Madrid,” ujar Jongkind, seperti dikutip dari Goal, Senin (7/9/2020).
Van de Beek hengkang ke Man United pada usianya yang ke-23 tahun. Jongkin memandang itu sebagai saat yang tepat. Pasalnya, jika seorang pemain hengkang ke tim dan kompetisi yang lebih besar pada usia yang masih sangat muda, hal itu bisa mengganggu perkembangan si pemain.
Sebab, secara mental dan kemampuan, pemain tersebut belum siap 100 persen. Jongkind mengungkit soal kepindahan Justin Kluivert ke AS Roma pada musim panas 2018 saat usianya masih 19 tahun.
“Dia (Van de Beek) menyukai tantangan dan dia memiliki pola pikir yang dia ingin melangkah lebih jauh setiap saat. Saya pikir ini adalah waktu yang lebih baik daripada, misalnya, Kluivert saat ke AS Roma, itu terlalu dini,” terang Jongkind.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)