“Faks yang terlalu dini itu hanya memperkuat citra presiden Barcelona dan memberinya waktu untuk melemahkan keputusan Messi. Messi tidak punya pilihan selain tetap di Barcelona karena nasihat buruk dari ayahnya dan firma hukum. Itu menyebabkan citra dirinya di dalam tim melemah,” sebut Sanchez, menyadur dari ESPN, Minggu (6/9/2020).
“Kebetulan, Messi memiliki pengacara yang sebelumnya pernah bekerja dengan Barcelona. Namun karena adanya konflik kepentingan, klub Catalan mengubah strateginya. Jika Messi dan ayahnya sudah memiliki keputusan untuk meninggalkan Barcelona, mereka seharusnya tidak menunggu,” lanjut mantan penggawa Real Madrid itu.
"Tapi sebelum akhir masa kontrak disepakati, mereka harus memberi tahu klub bahwa mereka ingin pergi pada akhir musim dan dengan gratis, tanpa membayar kompensasi apa pun. Jika mereka sudah merencanakannya, seharusnya bisa dilakukan seperti itu,” ujar Sanchez.
"Masalah kedua Messi adalah mengirim faks itu tanpa kepastian dan menjamin bahwa mereka memiliki tim yang akan membayar 700 juta euro, yang karena pandemi, tidak ada tim di dunia yang dapat menginvestasikan jumlah tersebut," tandasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)