“Kami terpaksa melakukannya, tetapi pada akhirnya kami melihat bahwa kami menemukan sesuatu yang baru. Jadi kami pasti akan memikirkannya di masa depan,” kata Ceferin, seperti dikutip dari Football Italia, Senin (24/8/2020).
“Pertandingan yang lebih menarik pastinya, tapi tentu saja kami juga harus memikirkan tentang fakta bahwa kami memiliki lebih sedikit pertandingan dan pihak penyiar (dapat) mengatakan, 'Anda tidak memiliki banyak pertandingan seperti sebelumnya, ini berbeda,'” lanjutnya.
“Jadi kami harus berdiskusi saat situasi gila ini berakhir. Apakah kami akan memainkan sistem ini? Tapi kami belum berdiskusi dengan siapa pun, itu hanya ide, kami akan bermain di satu kota. Jika Anda bermain di satu kota, Anda bisa bermain sepakbola selama seminggu atau semacamnya. Tapi masih terlalu dini untuk memikirkannya,” jelas Ceferin.
Turnamen Liga Champions sendiri sejatinya saat ini terikat kontrak untuk menjalankan sistem pertandingan dua leg hingga musim 2024-2025. Maka dari itu, jika sistem satu leg ingin diterapkan, tentunya tak bisa dalam wakti dekat.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)