“Komunitas muslim di Jerman, terutama (keturunan) orang Turki masih dibenci dan ditakuti sebagai teroris oleh sebagian warga Jerman," tulis Alex Koeing ketika menulis laporannya di Harvard Political Review.
Gelandang Manchester United, Paul Pogba, yang memilih menjadi mualaf pada 2013, kesal ketika umat Islam disebut bertanggung jawab atas serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Eropa. Pogba menilai, Islam merupakan agama yang tenang dan sangat jauh dari kesan buruk di atas.
“Islam tidak seperti yang orang-orang bayangkan, seperti terorisme. Apa yang kami dengar di media itu berbeda. Islam adalah sesuatu yang indah,” kata Pogba mengutip dari The Times.
Sekarang, tugas Khedira dan Pogba untuk mengikis Islamofobia yang ada di Eropa. Winger Liverpool, Mohamed Salah, sudah lebih dulu melakukannya. Menurut data penelitian yang dilakukan Departemen Sains Politik Universitas Stanford, angka kejahatan yang menimpa warga muslim di Inggris turun 18,9 persen semenjak Salah tampil di Liga Inggris pada 2017.
(Fetra Hariandja)