Ia sanggup menahan gempuran yang dilancarkan Barcelona racikan Josep Guardiola. Meski pada akhirnya Inter kalah 0-1 dari Barcelona via sepakan Gerard Pique, Nerazzurri –julukan Inter– tetap lolos ke final karena unggul agregat 3-2.
“Ketika Thiago Motta dikartu merah, Mourinho memanggil saya dan Zanetti. Ia kemudian menjelaskan posisi apa yang harus saya jalani. Saat itu, saya pun berkata kepada saya sendiri, ‘Mari kita berikan segalanya dan kita lihat apa yang terjadi.’ Di akhir pertandingan, kami pun lolos ke final,” kata Eto’o mengutip dari Football Italia, Senin (18/5/2020).
Pada akhirnya Inter menjadi juara Liga Champions 2009-2010 setelah menang 2-0 atas Bayern Munich di partai puncak. Saat itu, Diego Milito menjadi bintang kemenangan Inter lewat brace (dua gol) yang dibuat.
(Fetra Hariandja)