“Pemerintah mengatakan ingin menghidupkan kembali sepakbola karena bisa menyuntikkan moral bagi bangsa ini. Saya tidak peduli dengan moral bangsa. Hidup banyak orang dalam bahaya. Kembalinya sepakbola bahkan tidak boleh dibicarakan hingga angka penderita menurun drastis,” tutur Danny Rose, mengutip dari Goal, Selasa (12/5/2020).
“Sungguh bodoh. Mari kita tunggu saja. Saya harus menjalani tes kesehatan pada Jumat 15 Mei 2020. Jadi, kita harus tetap menunggu. Saya bahkan tidak mendengar pengumuman dari pemerintah. Sepakbola harus menjadi hal terakhir yang dibereskan,” sambung pemain berusia 29 tahun tersebut.
Kasus virus Corona Covid-19 di Inggris sendiri masih belum mereda. Hingga berita ini diturunkan, korban tewas di seantero Inggris akibat pandemi Covid-19 sudah mencapai 32.065 orang. Angka tersebut menjadikan Inggris sebagai negara dengan korban tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).
(Ramdani Bur)