“Ia belajar bahasa Inggris dengan sangat cepat, ia berusia 18 tahun, ia melakukan latihan ekstra setiap hari. Ia membawa beban pergelangan kaki, untuk berlatih sehingga dalam permainan ia merasa lebih tajam ketika melepas beban pergelangan kaki,” tambahnya.
“Ia bertekad untuk menjadi pemain terbaik di dunia. Ketika Anda melihat kemampuannya, ia frustasi pada awalnya, ia adalah seorang pemuda, kurus, dedikasi dan upaya yang ia lakukan, bahwa pikirannya untuk pergi dan menjadi pemain terbaik di dunia,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)